'Kelontong' OK Oce Dibidik jadi Pusat Oleh-oleh Khas DKI

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Rabu, 05/09/2018 08:12 WIB
'Kelontong' OK Oce Dibidik jadi Pusat Oleh-oleh Khas DKI Ilustrasi Gerai OK OCE. (Detikcom/Pradita Utama).
Jakarta, CNN Indonesia -- 'Kelontong' modern bertajuk Gerai OK OCE besutan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Anies BaswedanSandiaga Uno dibidik menjadi pusat oleh-oleh khas ibu kota. Saat ini, ritel satu-satunya yang mengadopsi langsung program OK OCE Sandiaga Uno tersebut masih berkutat menjual sembilan bahan pokok.

Ketua Umum Perkumpulan Gerakan OK OCE (PGO) Faransyah Jaya mengatakan Jakarta sebenarnya memiliki kearifan lokal yang tak kalah banyak dibandingkan dengan destinasi wisata lainnya. Hanya saja, saat ini, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tak punya akses untuk memasarkan penjualannya.

Makanya, ia punya harapan bahwa UMKM yang memproduksi buah tangan khas Jakarta bisa mendapat panggung sendiri di Gerai OK OCE ini. Suatu saat, ia yakin oleh-oleh khas Jakarta bisa tersohor layaknya kacang atau pie susu yang merupakan oleh-oleh khas Bali.


"Idenya seperti Bali. Nanti kami akan pajang yang khas dari Jakarta, misal kolang-kaling atau bir pletok. Ini mengingat pusat oleh-oleh di Jakarta dari UMKM tidak mendapat tempat, jadi tujuan kami jangka panjang ya mengarah ke sana," tutur Faransyah kepada CNNIndonesia.com, Selasa (4/9).

Menurut Faransyah, strategi penjualan ini yang membedakan Gerai OK OCE dengan ritel modern lainnya, termasuk dengan OK OCE Mart, ritel modern yang dikelola relawan Anies - Sandi. Pasalnya, tidak semua ritel modern bersedia menjual produk-produk UMKM dan mengedepankan kearifan budaya Jakarta.

Lagipula, menurutnya, maksud dan tujuan didirikannya Gerai OK OCE sendiri bukan untuk bersaing dengan ritel modern. Makanya, di dalam operasionalnya, 50 persen barang dipasok dari PD Pasar Jaya dan 50 persen sisanya dipasok dari UMKM setempat.


"Kami ingin sekali menjadi akses pemasaran untuk mereka (UMKM). Lagipula, kalau bersaing dengan bisnis ritel modern, kami juga kurang (kapabilitas) dari segi promosi," imbuh dia.

Namun demikian, Gerai OK OCE mungkin harus rela menunggu lama sebelum rencana itu terealisasi. Sebab, ada beberapa target Gerai OK OCE yang harus dipenuhi dalam beberapa waktu ke depan.

Salah satunya, Gerai OK OCE ingin membuka gerai sebanyak-banyaknya. Hingga akhir tahun nanti Gerai OK OCE ingin membuka sembilan toko baru. Selain itu, Gerai OK OCE juga berharap bisa meningkatkan omzet dari Rp3 juta per hari menjadi Rp10 juta per hari.

"Ini masih jangka panjang, sekarang kami mau fokus pengembangan gerai OK OCE ini sendiri," pungkasnya.


(bir)