Cukai Rokok Tak Naik, DJBC 'Pede' Kantongi Rp165 T pada 2019

CNN Indonesia | Senin, 05/11/2018 16:46 WIB
Cukai Rokok Tak Naik, DJBC 'Pede' Kantongi Rp165 T pada 2019 Ilustrasi cukai rokok. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) optimistis target penerimaan cukai 2019 bakal tercapai kendati pemerintah tak mengerek tarif cukai rokok tahun depan. Pasalnya, DJBC akan melakukan upaya optimalisasi penerimaan.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019, pemerintah menargetkan penerimaan cukai mencapai Rp165,5 triliun atau tumbuh 6,5 persen dari target tahun ini yang dipatok Rp155,4 triliun. Sebesar Rp158,8 triliun di antaranya merupakan setoran Cukai Hasil Tembakau (CHT) yang naik 7,15 persen dari target tahun ini, Rp148,2 triliun.

"Kami akan melakukan optimalisasi dan penegakkan hukum terhadap (rokok) yang ilegal. Kami harus optimistis," ujar Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (5/11).


Saat ditanya awak media terkait motif politis di balik ditahannya tarif cukai, Heru enggan berkomentar. Namun, sebagai pelaksana teknis, ia akan menjalankan amanat hasil rapat kabinet yang dipimpim langsung oleh Presiden Joko Widodo pekan lalu itu.


"Kami sepenuhnya akan menindaklanjuti keputusan itu di level teknis dan operasional," ujarnya.

Terkait realisasi penerimaan cukai tahun ini, Heru masih meyakini bakal tercapai sesuai target. Berdasarkan data DJBC, per 31 Oktober 2018, realisasi penerimaan cukai mencapai Rp105,9 triliun atau 68,16 persen dari target Rp155,4 triliun.

Setoran cukai rokok masih mendominasi dengan menyumbang Rp101,05 triliun atau 68,17 persen dari target. Meski tahun depan tarif cukai rokok ditahan, Heru masih meyakini penerimaan cukai Desember akan mencapai tiga kali lipat dari bulan normal.

"Kami masih usahakan (target) tercapai," ujarnya.


Selanjutnya, setoran cukai dari minuman mengandung etil alkohol menyumbang sebesar Rp4,71 atau 72,4 persen dari target. Terakhir, cukai dari etil alkohol berkontribusi sekitar Rp120 miliar atau 68,07 persen dari target.

Di sektor bea, penerimaan bea masuk mencapai Rp31,9 triliun atau 89,4 persen dari target, Rp35,7 triliun. Adapun penerimaan bea keluar mencapai Rp5,69 triliun atau 189,59 persen dari target.

Dengan demikian, penerimaan bea dan cukai hingga akhir Oktober mencapai Rp143,5 triliun atau 73,95 persen dari target yang mencapai Rp194,1 triliun. (sfr/agi)