Jack Ma Sebut Perang Dagang AS dan China Bodoh

CNN Indonesia | Rabu, 07/11/2018 01:38 WIB
Jack Ma Sebut Perang Dagang AS dan China Bodoh Pendiri Alibaba Jack Ma. (REUTERS/Denis Balibouse)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pendiri dan pemimpin eksekutif Alibaba Jack Ma turut mengomentari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Dirinya mengaku sangat membenci hal yang menimpa kedua negara tersebut saat ini.

Pengusaha asal Tiongkok ini sebelumnya sempat menyiapkan perusahaannya untuk membuat chip komputer guna mengurangi ketergantungan akan teknologi dari negara asing. Ini menjadi salah satu konsentrasi Ma dalam menghadapi perang dagang AS dan China ini.

"Perang dagang adalah hal yang paling bodoh di dunia," kata Ma pada Senin (5/11) waktu setempat dalam sebuah konferensi di Shanghai, dikutip dari CNN.



Dalam kesempatan tersebut, Ma menjelaskan bahwa tujuan dari perdagangan haruslah mendorong perdamaian dan komunikasi, tanpa membawa konflik. Menurutnya sikap proteksionisme sebuah negara dalam perdagangan adalah salah arah.

"Tidak ada yang bisa menghentikan perdagangan bebas," ucapnya.

Bukan hanya itu saja, Ma juga memperkirakan konflik perdagangan dapat berlangsung dalam beberapa dekade. Ia pun mengaku perang dagang berpengaruh pada bisnis Alibaba.

Setelah kemenangan Trump, Ma sempat membicarakan perjanjian dengan orang nomor satu di AS tersebut untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan membantu bisnis kecil dengan menjual produk pelaku usaha AS di China dan negara lain di Asia. Tapi, perjanjian tersebut dibatalkan pada bulan September lalu.


Sebagai informasi, perang dagang yang terjadi antara kedua negara ini memuncak ketika AS dan China saling menaikkan tarif impor kedua negara. AS mengenakan tarif baru atas barang-barang China senilai US$200 miliar, lalu tindakan itu dibalas oleh China yang memberlakukan tarif atas barang-barang AS senilai US$60 miliar.

Pada September lalu, China membatalkan pembicaraan perdagangan tingkat menengah dengan AS serta kunjungan Wakil Perdana Menteri Liu He ke Washington.

Beberapa investor berharap pertemuan yang direncanakan antara kedua pemimpin negara pada KTT G20 di Argentina akhir bulan ini dapat membantu meredakan ketegangan perdagangan. (mjs/agi)