Seperti dilansir dari Reuters, rekomendasi ini bertujuan memastikan industri otomotif AS tetap sehat. Rekomendasi tersebut rencananya masih membutuhkan harmonisasi antarlembaga dan pembahasan dalam rapat mingguan dengan pejabat kementerian perdagangan pada Selasa (13/11).
Sebelumnya, Gedung Putih berjanji tak memberlakukan tarif pada Uni Eropa atau Jepang selama ada kemajuan yang konstruktif dalam negosiasi bilateral. Rencananya, komisioner perdagangan Uni Eropa Cecilia Malmstrom akan bertemu dengan Perwakilan Perdagangan AS di Washington untuk memulai negosiasi perdagangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan dari Kementerian Perdagangan justru akan membantu mengurangi ancaman pengenaan pengenaan tarif impor atas mobil dan suku cadang yang konsisten dari Presiden AS Donald Trump.
"Kami mengatakan jika kami tidak akan menegosiasikan sesuatu yang adil, maka kami memiliki pungutan yang luar biasa. Kami tidak ingin kami gunakan, tapi membuat kami memiliki kekuatan yang luar biasa," kata Trump, mengutip dari Reuters.
Sebagai informasi, bulan lalu pemerintah AS telah mengatakan akan membuka pembicaraan perdagangan secara formal dengan Uni Eropa dan Jepang pada awal 2019 setelah 90 hari periode kongres berakhir. Semula pertemuan itu akan membicarakan prospek lanjutan dari pengenaan tarif 25 persen.
Group dealer mobil AS sebelumnya sempat mengeluarkan penelitian yang memperingatkan kebijakan ini dapat memotong penjualan mobil AS sebanyak 2 juta kendaraan setiap tahun dan lebih dari 117.000 pekerja dealer mobil atau sekitar 10 persen dari jumlah tenaga kerja. (mjs/agi)