AS Masih Kaji Tarif impor Mobil Eropa 25 Persen

CNN Indonesia | Selasa, 13/11/2018 12:23 WIB
AS Masih Kaji Tarif impor Mobil Eropa 25 Persen Ilustrasi mobil asal Uni Eropa. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perdagangan Amerika Serikat (AS) telah mengajukan rekomendasi ke Gedung Putih terkait rencana pemberlakukan tarif hingga 25 persen pada mobil impor dan suku cadang.

Seperti dilansir dari Reuters, rekomendasi ini bertujuan memastikan industri otomotif AS tetap sehat. Rekomendasi tersebut rencananya masih membutuhkan harmonisasi antarlembaga dan pembahasan dalam rapat mingguan dengan pejabat kementerian perdagangan pada Selasa (13/11).

Sebelumnya, Gedung Putih berjanji tak memberlakukan tarif pada Uni Eropa atau Jepang selama ada kemajuan yang konstruktif dalam negosiasi bilateral. Rencananya, komisioner perdagangan Uni Eropa Cecilia Malmstrom akan bertemu dengan Perwakilan Perdagangan AS di Washington untuk memulai negosiasi perdagangan.


Namun, menurut seorang pejabat yang terlibat dalam negosiasi, tak ada progres yang signifikan pada negosiasi di antara kedua negara. Kendati menimbulkan frustasi, Kementerian Perdagangan tak bergegas merekomendasikan kenaikan tarif. Substansi rekomendasi yang dibahas mencakup kendaraan atau suku cadang mana yang dapat dikenakan tarif, dan kemungkinan besaran tarif. 


Laporan dari Kementerian Perdagangan justru akan membantu mengurangi ancaman pengenaan pengenaan tarif impor atas mobil dan suku cadang yang konsisten dari Presiden AS Donald Trump.

Trump sebelumnya telah berulang kali menyarankan untuk mempercepat pemberlakuan tarif tersebut, hal ini terlihat bahkan sebelum Kementerian Perdagangan AS mengeluarkan hasil pemeriksaannya mengenai dampak impor mobil dan suku cadang terhadap risiko keamanan nasional pada bulan Mei lalu.

"Kami mengatakan jika kami tidak akan menegosiasikan sesuatu yang adil, maka kami memiliki pungutan yang luar biasa. Kami tidak ingin kami gunakan, tapi membuat kami memiliki kekuatan yang luar biasa," kata Trump, mengutip dari Reuters.


Sebagai informasi, bulan lalu pemerintah AS telah mengatakan akan membuka pembicaraan perdagangan secara formal dengan Uni Eropa dan Jepang pada awal 2019 setelah 90 hari periode kongres berakhir. Semula pertemuan itu akan membicarakan prospek lanjutan dari pengenaan tarif 25 persen.

Group dealer mobil AS sebelumnya sempat mengeluarkan penelitian yang memperingatkan kebijakan ini dapat memotong penjualan mobil AS sebanyak 2 juta kendaraan setiap tahun dan lebih dari 117.000 pekerja dealer mobil atau sekitar 10 persen dari jumlah tenaga kerja. (mjs/agi)