Aset Holding BUMN Perumahan Berpeluang Tembus Rp750 Triliun

CNN Indonesia | Jumat, 16/11/2018 14:35 WIB
Aset Holding BUMN Perumahan Berpeluang Tembus Rp750 Triliun Ilustrasi perumahan MBR. (ANTARA FOTO/ Akbar Tado).
Jakarta, CNN Indonesia -- Aset holding BUMN sektor perumahan dan pengembangan kawasan yang tengah dibentuk pemerintah diperkirakan dapat mencapai Rp750 triliun dalam 10 tahun ke depan. Peningkatan aset tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan BUMN dalam membangun rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dalam pembentukan holding tersebut, rencananya, PT Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) akan menjadi induk usaha. Perumnas nantinya akan membawahi PT Pembangunan Perumahan Tbk (Persero), Wijaya Karya, PT Amarta Karya (Persero), PT Virama Karya (Persero), PT Indah Karya (Persero), dan PT Bina Karya (Persero). Saat ini, total aset seluruh BUMN tersebut sebesar Rp174 triliun.

Direktur SDM dan Pengembangan Bisnis PT Wijaya Karya Tbk (Persero) Novel Arsyad pembentukan holding akan meningkatkan aset perusahaan-perusahaan yang tergabung di dalamnya. Ia pun optimis dengan pembentukan holding, pembangunan rumah segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang menjadi amanat BUMN dapat meningkat dua kali lipat.



"Aset meningkat, mobilitas meningkat," kata Novel, Kamis (15/11).

Ia menyebut rata-rata pembangunan rumah MBR saat ini hanya mencapai 2 juta unit per tahun. Dengan pembentukan holding, ia memperkirakan jumlahnya dan peningkatan aset, ia memperkirakan rata-rata rumah MBR yang dapat dibangun mencapai 4,7 juta unit.

Selain membangun rumah bagi MBR, holding perumahan dan pembangunan kawasan ini juga akan berekspansi untuk masuk ke kawasan industri. Namun, ia belum bisa merinci di mana target pembangunan kawasan industri tersebut.


"Kalau bicara area, yang sudah kami data itu lebih dari 20 ribu hektare. Itu total di Jawa. Kami baru di Jawa. Itu baru pendataan awal dan bisa jadi lebih besar dari itu," tutur Novel.

Kementerian BUMN sebelumnya menargetkan holding ini terbentuk paling lambat pekan ketiga Desember 2018 mendatang. Perusahaan yang menjadi anggota holding rencananya akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada April-Mei 2019.

"Perkiraan dimulai (pembangunan ekspansi) ada tahapan, kami harus melaksanakan transisi dulu. Mulai gerak kencang pada 2020," pungkas Novel. (aud/agi)