Menhub Minta Proyek KCIC dan LRT Jabodebek Ditunda

CNN Indonesia | Selasa, 20/11/2018 17:08 WIB
Menhub Minta Proyek KCIC dan LRT Jabodebek Ditunda Ilustrasi LRT. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung dan light rail transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) dihentikan sementara untuk mengurangi kemacetan di ruas tol Jakarta-Cikampek.
Ini lantaran pembangunan kedua proyek itu juga bersamaan dengan pembangunan tol layang (elevated) Jakarta-Cikampek II. Pembangunan dalam waktu bersamaan ini membuat tingkat kepadatan semakin parah di tol Jakarta-Cikampek.
"Untuk KCIC (PT Kereta Cepat Indonesia China) jangan ber-kegiatan di sini dulu, di tempat yang lain. LRT juga ada satu kegiatan, saya minta untuk ditunda beberapa bulan ke depan," ujar Budi, Selasa (20/11).


Proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung berada di bawah PT KCIC, perusahaan itu merupakan konsorsium yang terdiri dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tergabung dalam PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan China Railway International Co. Ltd.

Sebanyak 60 persen saham dikuasai Indonesia dan sisa 40 persen dikuasai oleh China.
Sementara, PSBI merupakan perusahaan patungan yang berisikan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan porsi kepemilikan 38 persen, PT Kereta API Indonesia (KAI) dengan porsi kepemilikan 25 persen, PT Perkebunan Nusantara VIII dengan porsi kepemilikan 25 persen, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan porsi kepemilikan 12 persen.
Selanjutnya, untuk pembangunan LRT Jabodebek sendiri dibawahi oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Namun, yang dimaksud Budi untuk dihentikan terlebih dahulu, yakni di kilometer (km) 14.


"Kami juga akan mengevaluasi kegiatan PT Waskita Karya (Persero) Tbk di km 24. Jadi saya minta BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek) untuk evaluasi, rapat. Boleh konstruksi tapi jangan ganggu lalu lintas," ujar Budi.
Untuk proyek elevated Jakarta-Cikampek II, Budi menambahkan, akan rapat kembali dengan Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani esok hari, Rabu (21/11). Ia ingin memastikan progress dan tingkat prioritas dari proyek tersebut.
Sejauh ini proyek elevated Jakarta-Cikampek II baru 57,5 persen. Artinya, butuh penyelesaian 42,5 persen lagi untuk sampai sebelum momen mudik tahun depan.

(aud/ugo)