Adhi soal Pembangunan LRT Ditunda: Dampak Macet Kecil

CNN Indonesia | Rabu, 21/11/2018 13:22 WIB
Adhi soal Pembangunan LRT Ditunda: Dampak Macet Kecil Pembangunan LRT Jabodebek. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mengaku akan menemui Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi untuk mendiskusikan kelanjutan proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek), khususnya untuk pengerjaan di Bekasi. 

Pembicaraan itu berkaitan dengan permintaan Budi agar pembangunan proyek LRT di Bekasi KM 11-17 ditunda karena membuat jalur tol Jakarta-Cikampek semakin macet. Maklum, pembangunan itu dilakukan bersamaan dengan kereta cepat Jakarta-Bandung dan tol layang (elevated) Jakarta-Cikampek II.

Direktur Keuangan Adhi Karya Entus Asnawi mengungkapkan sebagian besar pengerjaan proyek LRT di Bekasi sudah berada di luar jalan tol. Dengan demikian, menurut dia, dampak gangguan yang dihasilkan proyek sebenarnya kecil.


"Pengerjaan di luar tol, kalau pun harus lewat tol itu kendaraan yang membawa material untuk pembangunan tapi hanya sebentar saja, masuk dan keluar tol lagi," kata Entus kepada CNNIndonesia.com, Rabu (21/11).


Sejauh ini, progress pengerjaan LRT di Bekasi baru sebesar 55 persen. Entus menyebut pihaknya masih menyelesaikan pembebasan lahan terlebih dahulu untuk meneruskan pemasangan pier head sebanyak 14-15.

"Karena untuk tanah masih ada yang belum dibebaskan, jadi sekarang pengerjaan banyaknya justru di bagian atas," tutur Entus.

Ia menargetkan LRT di Bekasi bisa rampung pada pertengahan tahun depan. Target itu dirancang sebelum permintaan penundaan pengerjaan dari Menhub.  "Makanya untuk kelanjutannya Adhi Karya mau ketemu dulu hari ini mungkin," imbuh Entus.

Lebih lanjut Entus mengatakan Adhi Karya sebagai kontraktor dari LRT Jabodebek telah menggelontorkan dana sebesar Rp11 triliun. Namun, perusahaan baru mendapatkan bayaran dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) selaku investor sebesar Rp3,6 triliun.


"Yang kedua nanti katanya akan cair Rp3 triliun, rencananya akhir bulan ini," tutur dia.

Secara keseluruhan, nilai proyek LRT Jabodebek mencapai Rp29,9 triliun. Pada akhir tahun lalu, sejumlah bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta mengucurkan kredit sindikasi kepada KAI untuk proyek tersebut sebesar Rp19,25 triliun.

Pemerintah sendiri membebankan biaya LRT sebesar Rp4,2 triliun kepada Adhi Karya dan kepada KAI sebesar Rp25,7 triliun. Untuk itu, suntikan modal berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) telah diberikan kepada KAI dan Adhi Karya masing-masing Rp7,6 triliun dan Rp1,4 triliun. (aud/agi)