Luhut Klaim Adhi Karya Tak Akan Rugi, Meski LRT Ditunda

CNN Indonesia | Kamis, 22/11/2018 06:10 WIB
Luhut Klaim Adhi Karya Tak Akan Rugi, Meski LRT Ditunda Ilustrasi LRT. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memastikan kondisi keuangan PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) tidak akan merugi, meskipun proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) di Bekasi ditunda. Toh, penundaan bukan bersifat keseluruhan.

Ia sepakat dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bahwa usulan penundaan berkaitan dengan kemacetan di ruas tol Jakarta-Cikampek. Ini karena tiga proyek pembangunan dibangun sekaligus dalam waktu bersamaan. Proyek itu terdiri dari kereta cepat Jakarta-Bandung, tol layang (elevated) Jakarta-Cikampek II, dan LRT.

"Tapi saya kira proyeknya akan selesai juga, walaupun mungkin tertunda beberapa waktu saja," ujarnya, Rabu (21/11).


Sebelumnya, Budi meminta kepada KCIC dan Adhi Karya untuk memberhentikan dulu pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dan LRT di Bekasi karena kemacetan yang semakin parah.

Terkait ini, Luhut menegaskan kemacetan menjadi alasan utama usulan penundaan tersebut dan tidak ada persoalan pendanaan untuk kedua proyek tersebut. "Tidak ada soal itu (masalah pendanaan)," tegas Luhut.

Diketahui, KCIC merupakan konsorsium yang terdiri dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tergabung dalam PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan China Railway International Co. Ltd.


PSBI merupakan perusahaan patungan yang berisikan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan porsi kepemilikan 38 persen, PT Kereta API Indonesia (KAI) dengan porsi kepemilikan 25 persen, PT Perkebunan Nusantara VIII dengan porsi kepemilikan 25 persen, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan porsi kepemilikan 12 persen.

Sementara, Adhi Karya merupakan kontraktor untuk proyek LRT, dimana KAI menjadi operator nya. Direktur Keuangan Adhi Karya Entus Asnawi mengungkapkan sebagian besar pengerjaan proyek LRT di Bekasi sudah berada di luar jalan tol. Dengan demikian, dampak gangguan yang dihasilkan proyek sebenarnya kecil.

"Pengerjaan di luar tol, kalau pun harus lewat tol itu kendaraan yang membawa material untuk pembangunan tapi hanya sebentar saja, masuk dan keluar tol lagi," kata Entus.


Entus mengaku perusahaan sudah mengucurkan dana sebesar Rp11 triliun untuk pembangunan LRT. Namun, KAI baru mencairkan dana sekitar Rp3,6 triliun. Menurutnya, KAI akan memberikan dana tahap kedua sebesar Rp3 triliun pada akhir bulan ini.

Secara keseluruhan, nilai proyek LRT Jabodebek mencapai Rp29,9 triliun. Pada akhir tahun lalu, sejumlah bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta mengucurkan kredit sindikasi kepada KAI untuk proyek tersebut sebesar Rp19,25 triliun.




(aud/bir)