Fokus Bisnis e-Commerce, IKEA PHK 7.500 Karyawan

CNN Indonesia | Kamis, 22/11/2018 16:13 WIB
Fokus Bisnis e-Commerce, IKEA PHK 7.500 Karyawan Salah satu gerai IKEA di Indonesia. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan furnitur raksasa asal Swedia, Ikea berencana memangkas sekitar 7.500 pekerjanya di seluruh dunia pada 2020. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tersebut dilakukan sebagai bagian dari reorganisasi perusahaan yang ingin memfokuskan bisnisnya pada e-commerce dan toko-toko kecil di pusat kota.

PHK bakal dilakukan terutama pada pekerja kantor dan mengurangi hampir lima persen staf di Ingka Holding, induk usaha Ikea. Ikea adalah salah satu merek furniture terbesar dengan 367 toko di 30 negara dan 160 ribu karyawan.

"Keputusan untuk memotong pekerja berdasarkan pada bagaimana memimpin bisnis yang lebih sederhana, efektif dan efisien. Kami memiliki duplikasi pekerjaan di seluruh pasar," kata Manajer Ritel Ingka Tolga Oncu, dikutip dari AFP, Kamis (22/11).



Meski bakal memangkas pekerjanya di seluruh dunia, ia memastikan toko dan unit distribusi tidak akan terpengaruh. Ikea juga rencananya tetap akan merekrut 11.500 orang dalam dua tahun ke depan guna memenuhi "kemampuan digital" perusahaan dan berencana membuka 30 toko baru.

Perusahaan furnitur tersebut telah membuka toko-toko di pusat kota, sebagai antisipasi perubahan gaya hidup yakni lebih sedikit orang yang memiliki mobil.

"Karena perilaku pelanggan berubah dengan cepat, kami berinvestasi dan mengembangkan bisnis kami untuk memenuhi kebutuhan mereka dengan cara yang lebih baik dan baru," kata Kepala Eksekutif Ingka Jesper Brodin.


Pada bulan Oktober, Ingka melaporkan penjualan 34,8 miliar euro atau sekitar Rp578 triliun (asumsi kurs Rp16.627 per euro), naik sekitar 2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Penjualan tersebut terutama didorong oleh penjualan online yang kuat dan pembukaan toko.

Ikea mencatat jumlah pengunjung tokonya di 30 negara mencapai 838 juta orang, tiga persen lebih dari tahun sebelumnya. Sementara pengunjung situs online mereka mencatatkan pengunjung sebanyak 2,4 miliar, naik 10 persen.