Nike Pastikan Tak Hengkang dari Indonesia

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 14/10/2018 09:42 WIB
Nike Pastikan Tak Hengkang dari Indonesia Ilustrasi sepatu Nike. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Produsen Sepatu Global Nike mengaku telah memutus kontrak kerja sama pada 243 pabrik pemasok di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kendati demikian, Nike memastikan tak menghentikan seluruh produksinya di Indonesia.

Dalam keterangan di situs resminya, Nike menyebut Indonesia saat ini merupakan sumber terbesar ketiga produksi produsen sepatu tersebut berasal. Mereka menerima produksi lebih dari 30 pemasok kontrak di seluruh Indonesia. 

Kendati memangkas jumlah pabrik pemasoknya, Nike memastikan tak akan hengkang dari Indonesia. 


"Indonesia tetap akan menjadi bagian penting dari strategi sumber global kami di seluruh lanskap manufaktur kami," jelas keterangan resmi tersebut, dikutip Jumat (12/10).

 
Rantai pasokan global Nike saat ini terdiri dari 42 negara, termasuk Indonesia. Mereka mengaku telah mengurangi jumlah pabrik kontrak dan memilih berinvestasi pada pemasok yang dinilai dapat tumbuh secara jangka panjang dengan perusahaan.

"Melalui proses ini, kami mengurangi rantai pasokan global kami dari 785 pabrik kontrak di tahun fiskal 2013 menjadi 542," terang mereka.

Strategi bisnis ini diakui berdampak pada negara mereka mengambil produk, termasuk Indonesia, Kendati demikian, hal tersebut dinilai tak mewakili pergeseran komitmen mereka terhadap negara-negara tersebut. Pabrik-pabrik kontrak mereka terdaftar secara publik di Peta Manufaktur Nike, yang diperbarui setiap kuartal.


Perusahaan tersebut mengaku peka terhadap potensi dampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atas keputusan yang diambil mereka. Nike pun mengaku telah memberikan pemberitahuan dini dan jadwal yang jelas sehingga pemasok berpeluang menemukan pembeli baru.

"Jika pemasok akhirnya memutuskan untuk mengurangi tenaga kerja mereka, kami mengharuskan mereka memenuhi kewajiban mereka kepada pekerja sesuai dengan hukum negara, kode etik Nike," tandasnya.

Pengurus Serikat Buruh Garmen, Tekstil dan Sepatu Johan Manurung mengatakan pemutusan kontrak tersebut pasti akan berdampak ke buruh. Masalah itu juga berpotensi membuat pabrik tutup.

Ancaman tutup terutama dihadapi oleh pemasok garmen Nike. Sementara itu, untuk sepatu, pemutusan kontrak kemungkinan besar tidak dilakukan karena memang pesanannya masih banyak.

"Kalau data belum valid. Kami baru dapat info memang ada yang tutup, seperti pemasok yang di Cikupa, Tangerang," katanya. (agi/agt)