BPS Sebut Jemaah Kian Puas dengan Layanan Haji RI

CNN Indonesia | Kamis, 22/11/2018 23:29 WIB
BPS Sebut Jemaah Kian Puas dengan Layanan Haji RI Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jemaah haji Indonesia kian puas dengan layanan ibadah yang diselenggarakan oleh pemerintah. (128flashfire/Wikipedia).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jemaah haji Indonesia kian puas dengan layanan ibadah yang diselenggarakan oleh pemerintah. Hal ini tercermin dari tingkat kepuasan jemaah haji yang mencapai level 85,23 dari 100 pada pelaksanaan haji tahun ini atau 1439 hijriah.

Angka itu meningkat 0,38 poin dari tahun sebelumnya di posisi 84,85. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan level yang melewati batas poin 85, artinya tingkat kepuasan ini masuk kategori sangat memuaskan.

"Kalau dilihat dari 2014, tingkat kepuasan jemaah haji Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, sejalan dengan perbaikan-perbaikan yang telah dilakukan pemerintah," ujarnya di Kantor BPS, Kamis (22/11).



Berdasarkan data BPS, tingkat kepuasan jemaah haji berada di angka 81,52 pada 2014. Lalu, meningkat menjadi 82,67 pada 2015 dan 83,83 pada 2016.

Bila dirinci, tingkat kepuasan jemaah haji Indonesia berdasarkan survei BPS terdiri dari 10 jenis pelayanan antara lain, tingkat layanan transportasi bus antar kota dengan nilai 88,25, layanan petugas 87,69, dan layanan bus sholawat 87,65.

Selain itu, layanan ibadah 87,12, katering non-Armina 86,91, dan akomodasi hotel 86,02. Kemudian, pelayanan lain-lain 85,61, katering di Armina 84,38, transportasi bus Armina 81,09, dan tenda di Armina 77,59.


Selanjutnya, berdasarkan tempat pelayanan, tingkat kepuasan di bandara sebesar 89,01, di Makkah 87,34, Madinah 85,73, dan pelayanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina 82,60.

"Semua indikator meningkat tingkat kepuasannya, namun bila dibandingkan berdasarkan jenis layanan, maka pelayanan tenda di Armina merupakan pelayanan dengan indeks kepuasan terendah," katanya.

Menurutnya, pelayanan tenda di Armina menempati tingkat kepuasan terendah karena kondisi fasilitas di kota itu memang belum mendukung, bila dibanding dengan kota-kota besar, seperti Makkah dan Madinah. Meski begitu, ia bilang, perbaikan kualitas layanan di Armina sudah lebih baik dibanding tahun sebelumnya.


"Tahun lalu angkanya sekitar 75, sekarang sudah naik. Tahun lalu, dalam catatan survei kami ada banyak masalah di Armina, tapi artinya ini langsung dibenahi, maka setidaknya tahun ini tetap meningkat kepuasannya," jelasnya.

BPS turut mencatat beberapa masukan dari para koresponden yang mencapai 14 ribu orang dari total 22 ribu jemaah haji yang diterbangkan ke Arab Saudi. Menurutnya, salah satu kritik yang paling sering disuarakan jemaah haji, yaitu terkait masa tunggu bus dari hotel.

"Mereka bilang perlu tempat tunggu cadangan agar mereka tidak sering menunggu di lobi hotel, khususnya bus di kota kecil. Ini memang agak berbeda bila dibandingkan dengan sistem di Madinah, kota besar," tuturnya.


Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan pemerintah akan terus meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah haji, meski hasil survei BPS telah menunjukkan peningkatan.

Dia mengatakan peningkatan kualitas akan dilakukan dengan memaksimalkan persiapan di dalam negeri dan terus berkomunikasi dengan pemerintah Arab Saudi.

"Misalnya, distribusi katering dipercepat, masa tunggu bus dipercepat, soal toilet dikomunikasikan lagi, petugas ditambah, hingga membuat video panduan untuk jemaah haji yang merupakan kalangan tua agar lebih mudah mengikuti manasik haji," paparnya. (uli/lav)