Menko Perekonomian akan Panggil Bulog Atasi Harga Beras

CNN Indonesia | Jumat, 23/11/2018 17:51 WIB
Menko Perekonomian akan Panggil Bulog Atasi Harga Beras Menko Perekonomian Darmin Nasution menyatakan akan memanggil Bulog untuk mengatasi kenaikan harga beras yang terjadi belakangan ini. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan akan segera memanggil Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) untuk membahas pelaksanaan operasi pasar demi menurunkan harga beras yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Darmin mengatakan sebenarnya ia sudah mendapat laporan dari Bulog mengenai pelaksanaan operasi pasar yang sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Namun, karena harga beras masih meningkat di pasar, maka Darmin merasa perlu untuk meninjau kembali pelaksanaan operasi pasar yang dilakukan Bulog.

"Itu mau kami rapatkan siang ini, mengenai bagaimana mereka caranya. Laporannya (operasi pasar) sudah dari kemarin, tapi faktanya harga naik begitu. Jadi kami harus rapat lagi," ujar Darmin di kantornya, Jumat (23/11).



Kendati begitu, Darmin bilang sebenarnya tidak ada langkah lain yang disiapkan pemerintah untuk menjaga harga beras jelang libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Artinya, operasi pasar Bulog masih menjadi jurus pamungkas yang dilakukan pemerintah untuk menekan harga beras.

"Karena jumlah pasokan banyak, kecuali kalau operasi pasarnya tidak efektif, itu saja. Itu yang mau kami lihat," imbuhnya.

Sementara untuk harga bahan pangan lainnya, Darmin memastikan tidak ada kenaikan yang signifikan karena mayoritas pasokannya tercukupi.

"Kalau soal daging dan lainnya itu sudah berjalan dari kemarin. Memang situasi yang paling sulit itu beras," katanya.


Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan telah meminta Bulog untuk segera melakukan operasi pasar untuk mengantisipasi kenaikan harga beras. Tapi, operasi pasar secara resmi baru dilakukan Bulog pada Kamis kemarin (22/11).

"Sudah (komunikasi dengan Bulog), Pak Menteri Perdagangan (Enggartiasto Lukita) sudah kirim surat dari lama, tapi mungkin kan memang baru sempat dilakukan," tutur Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahja Widjayanti.

Permintaan itu disampaikan Kemendag karena hasil pemantauan mereka menunjukkan beberapa daerah rawan mengalami kenaikan harga jelang libur akhir tahun. Daerah tersebut adalah; Sumatra Utara, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Papua, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

(uli/agt)