Petani Sebut Serapan Beras Bulog Tidak Maksimal

CNN Indonesia | Selasa, 20/11/2018 14:05 WIB
Petani Sebut Serapan Beras Bulog Tidak Maksimal Serikat Petani menyebut serapan beras Bulog tidak maksimal. Salah satunya karena pembelian gabah oleh Bulog lebih rendah dibanding harga pasar. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Pusat Serikat Petani Indonesia (SPI) Agus Ruli menyebut bahwa serapan beras Perum Bulog tidak maksimal. Hal itu dikarenakan pembelian gabah petani oleh Bulog lebih rendah dibandingkan harga di lapangan.

"Kami prediksi, akhir tahun atau awal tahun akan kurang juga karena panen tidak maksimal," ujarnya, seperti dilansir Antara, Selasa (20/11).

Serikat Petani mengusulkan Bulog untuk membeli gabah dari petani dengan harga yang layak. Di samping itu, mereka juga mengimbau pemberian insentif sebagai bentuk dukungan pemerintah.


Hal lainnya, kata Agus, Bulog harus menyiapkan gudang penampungan dan pengeringan beras dari petani. Sehingga, kualitas berasnya baik dan bisa disimpan lebih lama.

Menurut dia, persoalan pangan harus terjamin, terlebih jelang tahun politik. Sebab, ia bilang akan menjadi pertanyaan apabila harga beras mahal, apalagi defisit.

Kondisi ini berbeda dengan pernyataan Direktur Utama Bulog Budi Waseso yang menuturkan bahwa gudang penyimpanan beras milik Bulog penuh.


Ia mengatakan gudang berkapasitas 3 juta ton itu tidak mencukupi lagi untuk menyimpan stok beras Bulog. Bahkan, dia mengatakan Bulog terpaksa harus menyewa gudang lain untuk menyimpan stok beras milik mereka.

"Hari ini riil yang tidak bergerak di gudang kami 2,4 juta ton. Kurang lebih ada 500 ribu ton beras, beras milik negara ini harus kami simpan di luar gudangnya Bulog, hari ini masih kami sewa," kata Buwas.

Dalam kesempatan berbeda, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus mengatakan Bulog seharusnya antisipatif terhadap kenaikan harga beras.


Beberapa daerah, contohnya Riau, bahkan telah menyatakan mengalami defisit beras. Padahal, di sisi lain stok beras di gudang Bulog melimpah ruang hingga 2,5 juta ton.

"Harusnya diantisipasi. Buat pemetaan di tiap daerah. Kan banyak gudangnya Bulog, bisa dipantau dari tiap gudang di daerah masih aman atau nggak," ucap Ahmad Heri Firdaus.


(bir)