Krakatau Steel akan Pasok 1 Juta Ton Baja ke Enam BUMN

CNN Indonesia | Jumat, 23/11/2018 20:55 WIB
Krakatau Steel akan Pasok 1 Juta Ton Baja ke Enam BUMN Ilustrasi baja. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menyatakan siap memasok 1 juta ton baja untuk enam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berbasis infrastruktur. Keenam BUMN tersebut adalah; PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero). 

Rencana dan kesiapan tersebut tertuang dalam perjanjian kerja sama (head of agreement) antara Krakatau Steel dan enam perusahaan pelat merah tersebut. 
Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan pasokan baja itu untuk seluruh proyek infrastruktur yang dimiliki oleh enam BUMN tersebut.

Silmy mengatakan jika nantinya kebutuhan baja melonjak sampai dua juta ton melebihi perjanjian kerja sama, perusahaannya masih sanggup memenuhi kebutuhan tersebut.



"Dalam waktu satu tahun ke depan kami kejar dulu satu juta ton untuk 2019, kemudian 2020 kami coba menjadi dua juta ton," ucap Silmy, Jumat (23/11).

Silmy mengatakan umumnya, Krakatau Steel mampu memproduksi lima juta ton baja setiap tahunnya untuk berbagai sektor, misalnya otomotif, elektronik, kapal, dan konstruksi. Melalui kerja sama ini, pihaknya akan mengerek penyerapan baja lokal, khususnya dari Krakatau Steel.

Sebab, banjirnya impor baja mempengaruhi penjualan Krakatau Steel. 
"Ini karena aturan impor baja terlalu dipermudah," kata Silmy. 

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menjelaskan kerja sama antara Krakatau Steel dengan sejumlah BUMN sebenarnya bukan hal baru. Kerja sama kali ini merupakan lanjutan dari kerja sama sebelumnya.


"Saya ingin berterima kasih kepada BUMN karya yang memperlihatkan niat baik untuk membeli produk dalam negeri, yaitu Krakatau Steel," papar Fajar.

Ia mengaku dalam rapat sebelumnya bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan terkait pemakaian barang dalam negeri, pemerintah sedang membahas sanksi tegas kepada BUMN yang tidak menggunakan produk dalam negeri.

"Untuk Krakatau Steel juga produk harus bagus jika mau bersaing (dengan produk luar negeri)," pungkas Fajar.

(aud/agt)