Bandara Jember jadi Sub-Embarkasi Haji Paling Lama Tahun 2020

CNN Indonesia | Sabtu, 24/11/2018 05:15 WIB
Bandara Jember jadi Sub-Embarkasi Haji Paling Lama Tahun 2020 Pemerintah Kabupaten (pemkab) Jember menargetkan Bandara Notohadinegoro Jember, Jawa Timur, bisa menjadi sub-embarkasi haji paling lambat 2020. (CNN Indonesia/Safyra Primadhyta).
Jember, CNN Indonesia -- Pemerintah Kabupaten (pemkab) Jember menargetkan Bandara Notohadinegoro Jember, Jawa Timur, bisa menjadi sub-embarkasi haji paling lambat 2020 mendatang.

Bupati Jember Faida mengungkapkan kloter jemaah haji dan umrah dari Jember dan sekitarnya telah melampaui kloter minimal yang dilayani oleh satu bandara sub embarkasi haji. Sebagai catatan, jumlah kloter minimal untuk bandara sub-embarkasi haji hanya 12 kloter dengan jumlah jemaah per kloter sekitar 400 orang.

"Tanpa menghitung jemaah yang berangkat dari Jakarta, jemaah haji dari Jember dan sekitarnya yang berangkat dari Surabaya sudah 14 kloter. Artinya, dua kloter lebih banyak dari kloter minimalnya," ujar Faida di Pendopo Wahyawibawagraha, Kamis (22/11).


Sebagai bagian dari rencana tersebut, pemkab saat ini tengah merampungkan rencana induk (master plan) pengembangan Bandara Notohadinegoro, bersinergi dengan Kementerian Perhubungan dan PT Angkasa Pura II (Persero).

Pengembangan bandara ini sejalan dengan keinginan pemda untuk mengembangkan wisata religi dan edukasi di Jember, serta mendongkrak perekonomian daerah.

Kemudian, tahun ini, pemkab telah menyelesaikan pelebaran akses jalan ke bandara. Setelah dilebarkan, lebar jalan menuju bandara menjadi tujuh meter.


Selanjutnya, pemkab akan menyelesaikan perjanjian kerja sama yang rinci terkait pengelolaan bandara setelah dikembangkan oleh Angkasa Pura II yang akan berperan sebagai operator bandara dan PT Perkebunan Nusantara XII (PTPN XII) yang asetnya dimanfaatkan.

Sebelumnya, ketiganya telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada Juli lalu. "Yang saat ini sudah berjalan, Angkasa Pura II akan memperpanjang landasan pacu dari 1.700 menjadi 2.250 meter, sehingga tahun depan pesawat Boeing (Boeing 737) bisa mulai masuk Jember," imbuh dia.

Setelah itu, pemkab akan melakukan kerja sama dengan Kementerian Agama agar Bandara Jember bisa memenuhi syarat untuk menjadi sub-embarkasi haji.


"Kami juga masih harus menyelesaikan pembebasan lahan di bandara agar ketika nanti menjadi embarkasi haji dan umrah dan pesawat Boeing, lahan bisa menambah area bebas untuk pesawat," jelasnya.

Sejalan dengan rencana tersebut, pemkab juga akan akan segera membangun asrama haji yang nantinya memiliki lima fungsi. Selain untuk penginapan haji, bangunan akan berfungsi sebagai hotel transito, wisma atlet, wisma diklat, dan wisma untuk tamu-tamu daerah.

Faida menyebutkan pemda menganggarkan sekitar Rp100 miliar hingga Rp150 miliar untuk pembangunan tahap awal asrama haji tersebut.

"Dengan demikian, asrama tidak hanya berfungsi sebagai asrama haji yang sementara tetapi secara berkesinambungan bisa berfungsi maksimal," tandasnya.


(sfr/bir)