Megaproyek Setrum Jokowi Hanya 'Separuh Nafas' di 2019

CNN Indonesia | Senin, 26/11/2018 20:13 WIB
Megaproyek Setrum Jokowi Hanya 'Separuh Nafas' di 2019 Presiden Joko Widodo. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memperkirakan total tambahan kapasitas pembangkit listrik yang beroperasi hingga akhir 2019 hanya mencapai sekitar 15 ribu hingga 17 ribu MegaWatt (MW). Proyeksi tersebut tak sampai separuh dari target awal pemerintahan Presiden Joko Widodo yang mencapai 35 ribu MW

"Kalau akhir 2019, kira-kira 15 ribu MW. Paling tinggi 17 ribu MW," ujar Jonan saat menghadiri Business Challenge 2019 di Hotel Raffles Jakarta, Senin (26/11).

Meski di bawah target awal, Jonan mengingatkan bahwa penambahan kapasitas pembangkit listrik nasional tersebut menyesuaikan dengan peningkatan konsumsi listrik.



Sebagai catatan, pembangunan pembangkit listrik 35 ribu MW tadinya menggunakan asumsi pertumbuhan ekonomi mencapai tujuh persen. Pada realisasinya, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya berkisar lima persen. Pertumbuhan ekonomi yang di bawah ekpektasi berdampak pada pertumbuhan konsumsi listrik.

Dengan kondisi saat ini, penambahan kapasitas listrik 35 ribu akan membuat Indonesia memiliki kelebihan kapasitas cadangan sebesar 60 persen. Padahal, wajarnya cadangan listrik suatu negara hanya 30 persen. Karenanya, pemerintah menggeser penyelesaian sebagian proyek 35 ribu MW ke tahun 2024 hingga 2025.

 
Hingga akhir tahun ini, mantan menteri perhubungan ini memperkirakan pembangkit listrik yang akan beroperasi ada di kisaran 11 ribu hingga 11.500 MW.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, per kuartal III 2018, total kapasitas pembangkit dari program 35 ribu MW yang telah berada tahap konstruksi mencapai 17.678 MW, kontrak Perjanjian Jual Beli Listrik (PPA) belum konstruksi 11.906 MW, beroperasi 2.614 MW, pengadaan 2.153 MW, perencanaan 984 MW. (sfr)