Transaksi Sekuritas Berpotensi Naik 30 Persen

CNN Indonesia | Senin, 26/11/2018 21:05 WIB
Transaksi Sekuritas Berpotensi Naik 30 Persen Ilustrasi transaksi saham. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan nilai transaksi harian perusahaan sekuritas atau broker berpotensi meningkat hingga 30 persen dengan implementasi sistem penyelesaian transaksi jual dan beli saham di pasar modal menjadi dua hari (T+2) yang resmi dilangsungkan mulai hari ini, Senin (26/11).

Hoesen, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK mengatakan kemampuan atau kapasitas perusahaan sekuritas untuk memproses order dari pelaku pasar bisa ditingkatkan dengan penyelesaian transaksi yang lebih cepat satu hari ini. Pasalnya, penggunaan modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) perusahaan sekuritas kini bisa lebih longgar.

Hoesen menjabarkan rata-rata transaksi yang bisa dilakukan perusahaan sekuritas bila memiliki MKBD minimal Rp25 miliar hanya Rp8 miliar per hari bila masih menggunakan sistem T+3. Namun, kini transaksi yang bisa dilakukan perusahaan sekuritas bisa mencapai Rp12,5 miliar per hari dengan sistem T+2.


"Jadi artinya begini, kapasitas perusahaan sekuritas yang tadinya kalau terima order MKBD bisa saja negatif, sekarang perusahaan punya kapasitas untuk lebih," papar Hoesen, Senin (26/11).


Namun, apakah kemampuan peningkatan untuk mengeksekusi order pelaku pasar itu dilakukan atau tidak oleh perusahaan sekuritas, Hoesen mengklaim itu menjadi keputusan perusahaan sekuritas masing-masing. Yang pasti, tegas Hoesen, transaksi yang bisa dilakukan perusahaan sekuritas bakal terkerek.

"Tapi bahwa pasar ini akan ramai bertransaksi atau tidak kan bukan hanya kapasitas anggota bursa ini atau perusahaan sekuritas, tapi juga ada sentimen-sentimen global," ujar Hosen.

Menurut dia, dorongan untuk melakukan transaksi beli atau jual juga bisa berasal dari kondisi fundamental ekonomi dalam negeri dan pertumbuhan kinerja perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kondisi fundamental ekonomi Indonesia bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi.

"Lalu kinerja emiten dari misalnya laba bersih, masih naik atau tidak," jelas Hoesen.


Untuk penutupan sore ini, BEI mencatat jumlah transaksi sebesar Rp7,27 triliun dengan volume sebanyak 9,6 miliar saham. Sementara, sepanjang pekan lalu jumlah transaksi sebanyak 7,31 triliun dan jumlah volume sebanyak 9,36 miliar saham.

Hoesen menambahkan tujuan pemberlakuan T+2 ini adalah meningkatkan daya saing pasar saham dalam negeri dengan bursa global. Selain itu, percepatan transaksi saham ini juga bisa meningkatkan likuiditas. Logikanya, kini pelaku pasar bisa mendapatkan dana dari aksi jualnya lebih cepat satu hari.

"Ini sudah menyesuaikan dengan international best practice dalam peningkatan efisiensi penyelesaian transaksi bursa dan implementasi T+2 di pasar modal seperti Jerman, Hong Kong, India, Korea Selatan, Rusia, Taiwan, dan Thailand," pungkas Hoesen. (agi/agi)