Temui Investor, OJK Klaim Pasar Tak Khawatir Kondisi Ekonomi

Dinda Audriene, CNN Indonesia | Jumat, 07/09/2018 15:50 WIB
Temui Investor, OJK Klaim Pasar Tak Khawatir Kondisi Ekonomi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim tak ada kekhawatiran yang signifikan dari pelaku pasar terhadap kondisi pasar modal Tanah Air saat ini. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim tak ada kekhawatiran yang signifikan dari pelaku pasar terhadap kondisi pasar modal Tanah Air saat ini.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengungkapkan pertemuan yang berlangsung antara OJK, Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Indonesia (BI), pemerintah, dan pelaku pasar pagi ini tak dihujani banyak pertanyaan atau pernyataan terkait kegelisahan pasar.

"Sebetulnya tidak ada pertanyaan lebih banyak dari mereka, ini kan sudah dijelaskan oleh pemerintah dari sisi fiskal dan BI. Sudah itu saja," terang Hoesen, Jumat (7/9).



Dalam hal ini, Hoesen menyebut volatilitas pasar modal saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi global, seperti perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China. Selain itu, krisis ekonomi di Argentina, Afrika Selatan, dan Turki.

"Namun kinerja pasar modal masih cukup baik, tercermin dari maraknya aktivitas perusahaan yang menggalang dana melalui pasar modal," jelas Hoesen.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara mengatakan kondisi ekonomi dalam negeri masih cukup baik karena pertumbuhan ekonomi kuartal II 2018 cukup tinggi, yakni 5,27 persen.


Hanya saja, terkait defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/cad) yang semakin melebar pada kuartal II 2018, Suahasil menyebut pemerintah sudah berupaya menekannya dengan kebijakan B-20 nonsubsidi, dan kenaikan tarif barang impor.

"Tantangan pertumbuhan ekonomi ke depannya bersumber dari dinamika perekonomian global, tekanan pasar keuangan akibat normalisasi moneter," papar Suahasil.

Hoesen menambahkan atas seluruh penjelasan tersebut pelaku pasar yang hadir dalam sosialisasi pagi ini tak memperlihatkan keresahannya meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat turun hampir empat persen dua hari lalu.


"(Responnya) tepuk tangan," pungkas Hoesen. (lav/bir)