Bulog Klaim Operasi Pasar Tekan Harga Beras Medium ke Rp9.050

CNN Indonesia | Selasa, 27/11/2018 11:52 WIB
Bulog Klaim Operasi Pasar Tekan Harga Beras Medium ke Rp9.050 Ilustrasi beras. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) mengklaim operasi pasar (OP) beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) berhasil menekan harga beras jenis medium menjadi Rp9.050 per kilogram (kg) pada Senin (26/11) kemarin.

Direktur Operasional dan Pelayanan Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan harga beras pada hari sebelumnya mencapai Rp9.225 per kg. Artinya, setelah operasi pasar harga beras kelas tersebut berhasil ditekan 1,89 persen.

"Alhamdulillah sejak peluncuran stabilisasi harga beras di PIBC pada Kamis 22 November 2018 digelontorkan 100 ton serta 2 ribu ton hari berikutnya terjadi penurunan harga," ungkap Tri kepada CNNIndonesia.com, Selasa (27/11).



Ia menyatakan Perum Bulog telah sampai awal pekan kemarin telah menggelontorkan beras dari OP di PIBC sebanyak 7.100 ton. Beras tersebut, 100 ton di antaranya digelontorkan pada hari pertama pelaksanaan operasi pasar. Kemudian 2 ribu ton dan 5 ribu ton lainnya digelontorkan pada operasi pasar hari kedua dan ketiga.

"Harapannya dengan itu harga beras di PIBC dan pasar turunannya akan segera kembali normal," terang Tri.

Tri mengatakan agar harga beras bisa turun, operasi pasar tak hanya dilakukan di PIBC, melainkan juga secara nasional. Tri menyebut untuk operasi tersebut Perum Bulog mengucurkan beras rata-rata 3.500-4.000 ton per hari secara nasional.


"Strategi Perum Bulog tidak hanya menggelontorkan beras medium tapi juga melaksanakan penjualan beras premium. Jadi ada dua sisi strategi stabilisasi harga beras," jelas Tri.

Sejauh ini, total stok beras di gudang Perum Bulog tercatat sebanyak 2,4 juta ton. Tri menyatakan sebagian besar stok itu ditempatkan di gudang milik Perum Bulog sendiri, sedangkan sisanya berada di gudang sewa Perum Bulog.

"Betul seperti yang Pak Budi Waseso katakan, karena stok beras yang ada saat ini sebagian besar di gudang Perum Bulog," tutur Tri.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso sebelumnya mengklaim gudang perusahaan tak muat untuk menampung seluruh beras impor. Bahkan, ia sempat meminta Kementerian Perdagangan menyediakan tempat penampungan beras impor tersebut.


Lebih lanjut Tri menjelaskan beras yang digunakan untuk OP di PIBC merupakan beras impor dari empat negara, yakni Vietnam, Thailand, India, dan Pakistan. Namun, Perum Bulog juga memanfaatkan sebagian beras domestik dalam operasi tersebut.

"Ada yang dalam negeri dan impor, komposisinya 50:50," pungkas Tri.

(aud/agt)