Jalur Puncak Bogor Dilebarkan demi Kurangi Kemacetan

CNN Indonesia | Selasa, 27/11/2018 11:21 WIB
Jalur Puncak Bogor Dilebarkan demi Kurangi Kemacetan Ilustrasi macet puncak. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melebarkan jalur Puncak Bogor, Jawa Barat. Pelebaran dilakukan mulai dari Gadog (Ciawi) hingga Megamendung-Cisarua.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pelebaran jalur puncak merupakan bagian dari penataan Kawasan Puncak. Pelebaran dilakukan melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor. 

Ia mengatakan pelebaran diikuti pemindahan pedagang kaki lima ke tempat yang lebih layak dan aman. Basuki mengatakan pelebaran dan penataan dilakukan sebagai langkah untuk mengurai kemacetan lalu lintas yang biasa terjadi di Kawasan Puncak saat musim liburan. 



"Penataan kawasan puncak juga  dilakukan sebagai upaya jangka panjang mengurangi risiko terjadinya longsor pada jalur puncak akibat adanya perubahan pemanfaatan ruang, curah hujan tinggi, dan kondisi topografi," katanya dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta pekan ini.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI (BBPJN VI) Direktorat Jenderal Bina Marga Hari Suko Setiono mengatakan pelebaran Jalur Puncak dilakukan dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Total nilai kontrak proyek pelebaran mencapai Rp73 miliar.

Kontrak tersebut digunakan untuk paket pembangunan pelebaran Jalan Ciawi-Puncak sepanjang 5 kilometer dan pembangunan tempat peristirahatan Gunung Mas. Hari mengatakan selain melebarkan jalur Puncak, BBPJN VI Ditjen Bina Marga juga tengah membangun duplikasi Jembatan Gadog yang berada di Kecamatan Ciawi, Puncak, Bogor.
Jalur Puncak Bogor Dilebarkan demi Kurangi Kemacetan(ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Duplikasi jembatan diharapkan akan membantu mengurai kemacetan dari arah Jakarta menuju kawasan Puncak dan sebaliknya. Pembangunan duplikasi Jembatan Gadog diproyeksikan memiliki panjang total 52 meter.

Jembatan duplikasi tersebut nantinya akan berfungsi mengurangi beban lalu lintas jembatan lama yang nantinya akan tetap dipakai. Hari mengatakan, saat ini perkembangan pembangunan duplikasi Jembatan Gadog telah mencapai 65,29 %.

"Setelah selesainya jembatan, diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang sebelumnya sering terjadi di lokasi ini," ujarnya.




(agt/agt)