Kondisi Keuangan 99 PDAM Tak Sehat

CNN Indonesia | Rabu, 21/11/2018 06:24 WIB
Kondisi Keuangan 99 PDAM Tak Sehat Ilustrasi. (REUTERS/Carlos Jasso)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) telah mengeluarkan hasil penilaian kinerja PDAM tahun 2018 terhadap 374 dari 391 PDAM yang ada di Indonesia.

Hasil penilaian menunjukkan kinerja keuangan 99 PDAM dalam keadaan tidak sehat, 52 berkinerja sakit dan 17 lainnya belum dinilai kinerjanya. Tapi jumlah kinerja keuangan PDAM yang sakit tersebut masih kalah banyak jika dibandingkan yang sehat.

Dari penilaian tersebut, didapat data kinerja 223 PDAM atau 57 persen di antaranya dalam kondisi sehat. Ketua BPPSPAM Bambang Sudiatmo mengatakan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya kinerja PDAM tersebut meningkat.


Data yang dimilikinya, pada 2016, jumlah PDAM sehat hanya 198. Pada 2017, jumlah tersebut meningkat menjadi 209 PDAM. Perbaikan kinerja keuangan tersebut menurutnya, tidak terlepas dari penambahan jam operasional pelayanan yang dilakukan oleh sejumlah PDAM.


Kenaikan kinerja keuangan juga tertopang oleh upaya efisiensi yang dilakukan oleh sejumlah PDAM. "Misalnya pada Instalasi Pengolahan Air Buaran dan Pulo Gadung yang awalnya kapasitasnya hanya 9.000 liter/detik, dapat meningkatkan kapasitas menjadi 10.500 liter/detik dengan tetap menjaga efisiensi biaya," katanya dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, awal pekan ini.

Selain efisiensi produksi, peningkatan kinerja PDAM juga dapat dicapai karena adanya peningkatan konsumsi air baku oleh masyarakat. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan makin bertambahnya PDAM sehat akan mendorong pencapaian target layanan air bersih.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, layanan air bersih ditargetkan bisa menyentuh 100 persen penduduk pada 2019 nanti. Pada 2017, capaian layanan air layak minum di Indonesia baru mencapai 72% atau pemenuhannya masih kurang 28%.

"Perlu kerja keras memang untuk mencapai target tersebut baik melalui pembangunan jaringan perpipaan maupun non perpipaan. Untuk itu, kita butuh lompatan agar target 100% layanan air layak minum dapat tercapai," katanya.

(agt/agt)