Jokowi Disebut Tak Ingin Orang Lain Minta Saham Freeport

CNN Indonesia | Kamis, 29/11/2018 19:48 WIB
Jokowi Disebut Tak Ingin Orang Lain Minta Saham Freeport Presiden Jokowi disebut tak ingin ada orang lain minta saham PT Freeport seperti pernah terjadi sebelumnya. (Biro Pers Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Papua Lukas Enembe menyampaikan Presiden Joko Widodo tidak menginginkan ada pihak lain yang meminta saham PT Freeport Indonesia. Oleh karena itu, dalam proses negosiasi divestasi saham PT Freeport Indonesia tidak boleh ada pihak lain yang ambil bagian dalam porsi saham.

"Jangan sampai, jangan sampai ada keinginan seperti itu. Kan sebelumnya sudah terjadi. Itu salah satu proses kenapa cepat terjadi karena di sini tidak ada niat seperti itu, sehingga jalan tepat ini," tegas Lukas dikutip dari siaran pers Sekretariat Kabinet, Kamis (29/11).

Lukas mengakui dirinya seperti warga Papua lain, sempat ragu tentang kesungguhan pemerintah mengenai pemilikan 10 persen saham PT Freeport Indonesia bagi Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Mimika. Namun, di luar dugaannya, pemerintah bersungguh-sungguh merealisasikan komitmen tersebut.


"Jadi kami yakin bahwa kami Pemda Papua dan Pemda Mimika akan memiliki 10 persen saham (PT Freeport Indonesia)," sambung Lukas.

Ia melanjutkan Jokowi menegaskan akan mengawal proses divestasi saham PT Freeport Indonesia sampai selesai. Jokowi meminta proses divestasi saham PT Freeport Indonesia itu selesai pada akhir 2018.

Selanjutnya, Pemerintah Provinsi Papua akan memiliki 3 saham PT Freeport Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Mimika mendapatkan 7 persen.

Pemerintah telah mengalokasikan 10 persen saham PT Freeport Indonesia untuk Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Mimika.

Hal itu sesuai penandatangan perjanjian antara Inalum dengan Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Mimika pada 12 Januari 2018 lalu.

(ulf/wis)