Pertamina Ekspor Perdana Paraxylene 10 Ribu MT ke China

CNN Indonesia | Selasa, 04/12/2018 10:41 WIB
Pertamina Ekspor Perdana Paraxylene 10 Ribu MT ke China Pekerja mengawasi pengoperasian mesin di Kilang Minyak PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina bersama PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) melakukan ekspor perdana produk petrokimia Paraxylene sebanyak 10.000 Metrik Ton (MT) ke China. Ekspor tersebut dilakukan seiring tingkat produksi kilang TPPI yang kini telah mencapai 67 ton/jam.

"Operasionalnya, produk kami sudah mencapai 67 ton/jam. Bisa secara continue menghasilkan Paraxylene sebanyak 70 ton Paraxylene tiap jam sehingga selama sebulan sudah bisa memproduksi Paraxylene sebanyak 50 ribu metrik ton," ujar GM PT TPPI Tuban Sugeng Hermanto.

Sugeng menjelaskan produksi Paraxylene ini sudah melampaui kebutuhan di pasar domestik, sehingga kelebihan produksi dapat diekspor ke luar negeri.



Manager Aromatic Olefin Pertamina Darius Darwis menambahkan, ekspor Paraxylene ini akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pasar regional, khususnya China. Ke depan, perseroan akan terus mengembangkan ekspor petrokimia.

"Pertamina dan TPPI akan melaksanakan tender untuk mencari pembeli terbaik, dengan volume sesuai rencana produksi TPPI," jelas Darius.

Paraxylene adalah bahan baku utama untuk memproduksi PTA (purified terephthalic acid). Paraxylene merupakan hasil produksi kilang petrokimia yang diproduksi dari bahan kondensat atau naptha. Hasil Paraxylene sebagian besar berupa PTA yang menjadi komponen penting dalam industri tekstil.


Selain itu, paraxylene juga dapat diproses menjadi PET sebagai komponen utama bahan baku kemasan makanan dan minuman karena sifatnya tidak beracun. Paraxylene juga memiliki produk turunan yang berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari seperti, tempat (casing) telepon genggam, dashboard pada kendaraan, dan sebagainya.

"Paraxylene merupakan hasil produk kilang petrokimia yang diproduksi dari bahan kondensat atau naphta. Kami berharap mengoptimalkan hasil produksi dalam negeri sehingga menambah devisa negara dan tentunya keuntungan Pertamina," pungkasnya. (Antara/agi)