BI Sebut Industri Halal RI Kalah dari Australia dan Thailand

CNN Indonesia | Selasa, 11/12/2018 22:33 WIB
BI Sebut Industri Halal RI Kalah dari Australia dan Thailand Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut saat ini industri halal Indonesia tertinggal dibandingkan sejumlah negara nonmuslim, seperti Thailand dan Australia. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) menyebut Indonesia perlu mengejar ketertinggalan di bidang ekonomi dan keuangan syariah dari sejumlah negara. Saat ini, industri halal Australia dan Thailand bahkan dinilai lebih maju dari Indonesia.

"Bagaimana pun kita tertinggal, tidak usah dibandingkan dengan Malaysia jauh, Uni Emirat Arab, jauh. Kita juga kalah dengan Australia," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dikutip dari Antara, Selasa (11/12).

Perry menyoroti ketertinggalan Indonesia, terutama dalam bidang industri halal. Padahal, menurut dia, Indonesia seharusnya bisa menjadi negara eksportir komoditas halal.



Saat ini, menurut Perry, Indonesia bahkan belum lebih unggul dibanding negara-negara yang penduduknya mayoritas nonmuslim seperti Australia, dan Thailand. Kedua negara itu mampu mengekspor komoditas industri halal ke negara mayoritas berpenduduk muslim.

"Masa kita harus impor bumbu rawon halal dari Thailand?," ujarnya.


Menurut Pery, Indonesia harus mengejar ketertinggalan di bidang industri halal dengan meningkat produksi. Salah satunya, dapat dilakukan melalui pemberdayaan ekonomi pesantren. Pesantren dinilai sudah memiliki akar ekonomi yang mandiri.

Dengan program pengembangan kemandirian pesantren ini diharapkan dapat mendorong pesantren sebagai penggerak utama dalam ekosistem rantai nilai halal. (Antara/agi)