Di kawasan Asia, sejumlah mata uang berbalik arah ke zona hijau. Won Korea Selatan menguat 0,24 persen, peso Filipina 0,23 persen, baht Thailand 0,16 persen, dolar Singapura 0,09 persen, dan ringgit Malaysia 0,08 persen.
Sementara dolar Hong Kong stagnan. Sedangkan yen Jepang menjadi satu-satunya mata uang Asia yang bersandar di zona merah dengan melemah 0,06 persen dari dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh mata uang utama negara maju justru kompak bertahan di zona hijau. Dolar Australia menguat 0,25 persen, dolar Kanada 0,14 persen, euro Eropa 0,11 persen, poundsterling Inggris 0,09 persen, franc Swiss 0,05 persen, dan rubel Rusia 0,03 persen.
Kendati rupiah menguat pagi ini, namun Analis CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan rupiah masih berpotensi melemah pada hari ini. Rupiah kemungkinan akan mendapatkan tekanan dari ketidakpastian di pasar global.
"Imbas perdagangan valas global membuat potensi penguatan rupiah tertahan dan cenderung dapat kembali melanjutkan pelemahan," ujarnya, Rabu (12/12).
Namun demikian Reza berharap penguatan rupiah Selasa pagi bisa bertahan. "Diharapkan kembali muncul sentimen positif lain dari dalam negeri yang dapat menahan potensi pelemahan," pungkasnya.