Perang Dagang Bikin Rupiah Sentuh Rp14.607 per Dolar AS

CNN Indonesia | Rabu, 12/12/2018 17:11 WIB
Perang Dagang Bikin Rupiah Sentuh Rp14.607 per Dolar AS Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.598 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot sore ini, atau menguat 10 poin. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.598 per dolar AS pada perdagangan pasar spot sore ini, Rabu (12/12). Posisi ini menguat 10 poin atau 0,07 persen dari kemarin sore, Selasa (11/12) di Rp14.607 per dolar AS.

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.577 per dolar AS atau menguat dari kemarin di Rp14.613 per dolar AS.

Di kawasan Asia, mayoritas mata uang bersandar di zona hijau. Bersama rupiah, dolar Singapura turut menguat 0,01 persen, won Korea Selatan 0,1 persen, renminbi China 0,14 persen, baht Thailand 0,16 persen, dan peso Filipina 0,2 persen.


Namun, ringgit Malaysia dan dolar Hong Kong stagnan. Sedangkan yen Jepang dan rupee India terperosok di zona merah, masing-masing melemah 0,09 persen dan 0,23 persen.

Sementara itu, mata uang utama negara maju kompak di zona hijau. Rubel Rusia menguat 0,02 persen, franc Swiss 0,05 persen, dolar Australia 0,11 persen, euro Eropa 0,11 persen, dolar Kanada 0,12 persen, dan poundsterling Inggris 0,36 persen.

Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan penguatan rupiah bersama mayoritas mata uang lain di dunia terjadi karena sentimen komunikasi antara AS dan China. Komunikasi itu diwakili oleh Wakil Perdana Menteri China Liu He dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin.


Meski belum diketahui secara jelas, namun komunikasi antar kedua negara tersebut membuat pasar berekspektasi positif, sehingga turut menguatkan mayoritas mata uang di dunia dari dolar AS.

"Setidaknya hal ini membuat rupiah bertahan di level sekarang. Ada harapan lagi untuk menguat, meski sepertinya tidak bertahan lama karena masih harus menunggu hasil penangguhan 90 hari dari hubungan mereka," jelasnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (12/12).

Sementara sentimen dari dalam negeri justru belum ada yang berhasil menambah daya penguatan rupiah pada hari ini.


(uli/bir)