Rupiah Unjuk Gigi, Melesat Tembus Rp14.597 per Dolar AS

CNN Indonesia | Kamis, 13/12/2018 16:50 WIB
Rupiah Unjuk Gigi, Melesat Tembus Rp14.597 per Dolar AS Ilustrasi rupiah dan dolar AS. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.496 per dolar AS pada perdagangan pasar spot sore ini, Kamis (13/12). Posisi ini menguat 101 poin atau 0,69 persen dari kemarin sore, Rabu (12/12) di Rp14.597 per dolar AS.

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.536 per dolar AS atau menguat dari kemarin di Rp14.577 per dolar AS.

Mata uang Garuda memimpin penguatan mata uang Asia pada sore ini. Penguatan rupiah, diikuti rupee India yang menguat 0,53 persen, won Korea Selatan 0,48 persen, dan baht Thailand 0,17 persen.


Selanjutnya, dolar Singapura 0,15 persen, ringgit Malaysia 0,08 persen, renminbi China 0,06 persen, peso Filipina 0,04 persen, dan dolar Hong Kong 0,04 persen. Hanya yen Jepang yang melemah 0,15 persen dari dolar AS.

Begitu pula dengan mata uang utama negara maju, seluruhnya kompak bersandar di zona hijau. Poundsterling Inggris menguat 0,34 persen, dolar Australia 0,22 persen, rubel Rusia 0,2 persen, franc Swiss 0,14 persen, euro Eropa 0,08 persen, dan dolar Kanada 0,02 persen.

Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan penguatan rupiah dan sejumlah mata uang negara lain ditopang oleh buruknya rilis data inflasi harga di tingkat konsumen (Consumer Price Index/CPI) AS.


Per November 2018, inflasi sebesar nol persen atau stagnan dari bulan sebelumnya. Sementara secara tahunan, inflasi berada di kisaran 2,2 persen atau lebih rendah dibandingkan November 2017 sebesar 2,5 persen.

"Mata uang lain berhasil mengambil momentum pelemahan dolar AS karena rilis data CPI yang tidak sesuai ekspektasi pasar," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (13/12).

Lebih lanjut ia menyebut data inflasi ini membuat pasar berekspektasi bahwa bank sentral AS, The Federal Reserve, pada tahun depan tidak akan se-agresif tahun ini.


Hal ini membuat ekspektasi pasar memperkirakan The Fed hanya akan mengerek bunga acuan sebanyak dua kali pada tahun depan. Proyeksi ini lebih rendah dari asumsi sebelumnya mencapai tiga kali.

Sementara sentimen lain dari global, seperti perang dagang AS-China kembali mereda lagi. Sebab, kedua negara belum menunjukkan sinyal komunikasi lebih lanjut. Apalagi, Presiden AS Donald Trump telah memberi sinyal bahwa tidak akan melakukan kenaikan tarif bea masuk impor terhadap produk China selama proses negosiasi.

Sedangkan dari domestik, ia menyebut belum ada sentimen baru yang berarti pada pergerakan rupiah. Namun, dengan mempertimbangkan ketidakpastian sentimen yang masih cukup tinggi, rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp14.400-14.780 per dolar AS sampai akhir tahun nanti.


(uli/bir)