Pemda Diimbau Konsultasi ke Badan Geologi sebelum Urus IMB

CNN Indonesia | Senin, 17/12/2018 20:15 WIB
Pemda Diimbau Konsultasi ke Badan Geologi sebelum Urus IMB Menteri ESDM Ignasius Jonan mengimbau setiap pemda untuk berkonsultasi dengan BMKG dalam menerbitkan Zonasi Tata Ruang dan Izin Mendirikan Bangunan. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengimbau setiap pemerintah daerah untuk berkonsultasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam menerbitkan Zonasi Tata Ruang dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Pasalnya, Indonesia berada di wilayah Lingkaran Api Pasifik (ring of fire) yang rentan gempa bumi dan letusan gunung api.

"Badan Geologi telah memetakan mana lokasi yang layak dihuni dan mana yang tidak layak karena memiliki potensi kebencanaan yang tinggi, termasuk penelitian yang telah dilakukan di area likuifaksi (pada bencana Sulawesi Tengah silam)," ujar Jonan di Jakarta, Senin (17/12).



Untuk mengurangi potensi terjadinya bencana, Jonan juga meminta badan usaha untuk ikut melestarikan lingkungan, termasuk menjaga lereng.

Dalam kesempatan yang sama, Jonan didampingi Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei menyerahkan penghargaan kepada 120 perusahaan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ESDM Siaga Bencana yang diterjunkan pasca gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi di Provinsi Sulawesi Tengah (28/9).

Jonan telah memerintahkan agar Tim Emergency Response Team (ERT) melakukan penyelamatan, pelayanan medis, penyaluran logistik, pengeboran sumur air bersih, dan pemulihan infastruktur, tim tersebut telah diterjunkan pada 1 Oktober hingga 30 November 2018.


Selanjutnya, Jonan menyampaikan penanganan pascabencana terus dilakukan oleh Tim ESDM Siaga Bencana hingga saat ini, termasuk pemulihan dan penyediaan air bersih.

Tim ESDM Siaga Bencana ini merupakan gabungan ERT yang berasal dari 65 perusahaan yang dikoordinasikan oleh Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara.

Adapun, kegiatan KESDM siaga bencana mencakup kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, pelayanan medis, survei geologi, bantuan logistik, dan pemulihan infrastruktur.

Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Satry Nugraha melaporkan selain 65 tim diturunkan, 45 unit alat berat juga diterjunkan yang terdiri dari excavator, dozer, low boy, rock breaker, dump truck, crane, tower lamp, fuel truck, dan air.


Dalam rangka memudahkan koordinasi antar tim dan mobilisasi alat-alat berat, maka ditetapkan Posko Utama Tim ESDM Siaga Bencana di depan Rumah Jabatan Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, Jl. Prof. Mohammad Yamin, Desa Lolu Selatan, Kecamatan Palu Selatan. (sfr/lav)