Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan pendanaan berbentuk pinjaman tersebut berasal dari PT Bank Tabungan Negara (BTN) sebesar Rp2 triliun, PT Sarana Multi Infrastruktur sebesar Rp2 triliun dan PT BRI Syariah senilai Rp1 triliun. Fasilitas kredit Rp5 triliun dari ketiga bank tersebut bertenor lebih dari 10 tahun dengan grace period 5 tahun.
Selain pendanaan tersebut, Angkasa Pura I kata Faik masih berencana mencari pendanaan eksternal sebesar Rp13 triliun. Pendanaan eksternal tersebut dihimpun untuk mendukung belanja modal perseroan pada 2019 mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faik mengatakan pendanaan eksternal yang tengah dilirik untuk mendukung belanja modal tersebut berasal dari pinjaman lembaga keuangan dan penerbitan obligasi.
Direktur Utama BTN Maryono mengatakan banknya memberikan komitmen pendanaan Rp2 triliun sebagai bentuk sinergi BUMN. Ia berharap pendanaan tersebut bisa mendukung upaya Angkasa Pura I untuk menggenjot pembangunan infrastruktur.
Lihat juga:Indonesia Punya Terminal Bandara Terapung |