Berdasarkan data konferensi pers akhir tahun OJK, penghimpunan dana tersebut masih didominasi oleh penerbitan surat utang atau obligasi dan sukuk korporasi mencapai Rp112 triliun. Kendati demikian, jumlah tersebut turun dibanding tahun lalu yang mencapai Rp156,71 trilun.
Penerbitan saham dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue sebesar Rp16 triliun juga anjlok dari tahun lalu Rp88,2 triliun. Sementara enerbitan saham baru (Initial Public Offering/IPO) mencapai Rp34 triliun, melonjak dari tahun lalu Rp9,6 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hoesen menyebut kondisi ini tidak ada sangkut pautnya dengan kondisi pasar yang cenderung volatilitas akibat faktor eksternal dan pelemahan rupiah.
"Mungkin karena tahun 2017 besar sekali (penghimpunan dana di pasar modal), jadi mungkin beberapa perusahaan sudah ambil di sebelumnya," jelas Hoesen beberapa waktu lalu. (agi)