Sebelumnya, terdapat empat WK yang ditawarkan pemerintah pada lelang tersebut. Blok tersebut adalah; WK South Andaman di lepas pantai Laut Andaman, Aceh; WK South Sakakemang di Sumatera Selatan; WK Anambas di lepas pantai Kepulauan Riau, dan WK Maratua di darat dan lepas pantai Kalimatan Utara dan Kalimantan Timur.
Sampai dengan batas akhir penyampaian Dokumen Partisipasi pada 21 Desember 2018, terdapat enam perusahaan yang mengakses dokumen lelang. Dari enam perusahaan tersebut, tiga di antaranya menyampaikan penawaran untuk Blok Maratua, Blok South Sakakemang, dan Blok South Andaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pertamina Segera Teken Kontrak Blok Rokan |
Untuk WK Maratua Kementerian ESDM menetapkan PT Pertamina (Persero) sebagai pemenang lelang. Sesuai ketentuan Peraturan Menteri ESDM No 35 Tahun 2008, WK Maratua khusus partisipasi dari Pertamina dan tidak dibuka untuk perusahaan lainnya.
Pertamina memberikan komitmen pasti untuk tiga tahun pertama sebesar US$5,75 juta untuk studi geologi dan geofisika serta studi seismik tiga dimensi (3D) seluas 500 kilometer (km) persegi. Adapun besaran bonus tanda tangan yang diberikan sebesar US$2 juta.
Untuk WK Andaman, pemerintah menetapkan Pearloil (Theralite) Limited atau Mubadala Petroleum sebagai pemenang dengan bonus tanda tangan sebesar US$2 juta. Besaran komitmen pasti untuk tiga tahun pertama sebesar US$2,15 juta untuk melakukan studi geologi dan geofisika serta studi seismik 3D seluas 500 km2.
Sementara untuk WK South Sakakemang, pemenang lelang adalah konsorsium Talisman Java BV dan Mitsui Oil Exploration Co.Ltd. Komitmen pasti untuk tiga tahun pertama senilai US$3,05 juta untuk studi geologi dan geofisika serta studi seismik dua dimensi sepanjang 250 km. Kemudian, bonus tanda tangan yang akan disetor sebesar US$2 juta.
"Semua kontrak menggunakan skema bagi hasil gross split," ujar Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar dalam konferensi pers di Ruang Damar Kementerian ESDM, Kamis (27/12).
Tanda tangan kontrak kerja sama dengan operator pemenang akan dilakukan setelah operator membayar bonus tanda tangan dan jaminan pelaksanaan (performance bond).
Sementara, WK Anambas menjadi WK Available dan akan ditawarkan kembali pada periode penawaran WK Migas selanjutnya.
Medco E&P Rimau Dapat Kontrak Kerja Sama Baru Hingga 2043
Dalam kesempatan yang sama, Arcandra juga mengumumkan pemenang kontrak kerja sama baru Blok Rimau, Sumatra Selatan yang kontraknya akan habis pada 2023. Pemerintah akhirnya memutuskan operator eksisting Blok Rimau PT Medco E&P Rimau sebagai pemenang dengan masa berlaku kontrak baru hingga 2043.
"Rata-rata produksi minyak Blok Rimau 8.200 barel per hari (bph) dan gas 3,67 mmscfd," ujar Arcandra.
Adapun kontrak baru Blok Rimau menggunakan skema gross split.
Sementara, untuk penentuan pemenang Blok Corridor dan Blok Jabung yang masa kontraknya juga akan habis pada 2023 masih menunggu proses evaluasi.