Awal Tahun, Rupiah 'Melempem' Jadi Rp14.457 per Dolar AS

CNN Indonesia | Rabu, 02/01/2019 18:11 WIB
Awal Tahun, Rupiah 'Melempem' Jadi Rp14.457 per Dolar AS Ilustrasi rupiah dan dolar AS. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.457 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Rabu sore (2/1). Posisi ini melemah 67 poin atau 0,47 persen dari posisi akhir tahun lalu, Senin (31/12) yakni 14.390 per dolar AS.

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.465 per dolar AS atau menguat dari Senin kemarin di Rp14.481 per dolar AS.

Di kawasan Asia, rupiah melemah bersama rupee India yang minus 1 persen, won Korea Selatan minus 0,48 persen, peso Filipina minus 0,14 persen, ringgit Malaysia minus 0,08 persen, dolar Hong Kong minus 0,03 persen, dan dolar Singapura minus 0,02 persen.



Namun, renminbi China minus 0,33 persen, baht Thailand minus 0,55 persen, dan yen Jepang 0,75 persen.

Sebaliknya, mata uang utama negara maju kompak bersandar di zona merah. Dolar Australia melemah 0,58 persen, poundsterling Inggris minus 0,46 persen, euro Eropa minus 0,23 persen, rubel Rusia minus 0,23 persen, franc Swiss minus 0,2 persen, dan dolar Kanada 0,02 persen.

Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan pergerakan mata uang terpengaruh sentimen kelanjutan perang dagang antara AS dan China. Sebab, pasar justru tetap pesimis dengan sinyal kemajuan hubungan dagang kedua negara yang sempat diutarakan oleh Presiden AS Donald Trump.


"Harapan meredanya ketegangan hubungan AS-China agak sirna karena data ekonomi kedua negara tetap menunjukkan perlambatan aktivitas ekonomi industri di China," ucapnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (2/1).

Hal ini tercermin dari indeks manufaktur China yang tumbuh 50,1 pada Desember 2018 atau lebih rendah dari bulan sebelumnya. Sayangnya, sentimen rilis inflasi yang cukup baik pada hari ini tidak bisa menopang pergerakan rupiah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Desember 2018 sebesar 0,62 persen secara bulanan dan 3,13 persen secara tahunan dari Januari-Desember 2018. Data inflasi ini lebih rendah dari target pemerintah dan BI di angka 3,5 persen plus minus 1 persen.

(uli/lav)