The Fed Tak Lagi Agresif, BI Ramal Rupiah Lebih Kokoh

CNN Indonesia | Rabu, 02/01/2019 20:39 WIB
The Fed Tak Lagi Agresif, BI Ramal Rupiah Lebih Kokoh Ilustrasi uang rupiah. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) memprediksi nilai tukar rupiah sepanjang 2019 bergerak lebih perkasa dibanding tahun lalu. Hal itu dipicu aktivitas bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve yang tak akan terlalu agresif menaikkan suku bunga acuan.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pihaknya memperkirakan The Fed hanya mengerek suku bunga acuan dua kali pada 2019, mereda dibanding aksi tahun lalu yang empat kali menaikkan suku bunga acuan. Saat ini, suku bunga acuan The Fed berada di kisaran 2,25-2,5 persen usai naik 25 basis poin (bps) pada Desember akhir 2018.

"(Faktor pendorong rupiah kedua) kredibilitas kebijakan yang ditempuh oleh BI maupun pemerintah," tutur Perry, Rabu (2/1).



Dari sisi neraca, defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) tahun ini diprediksi lebih rendah, yakni 2,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Seperti diketahui, defisit transaksi berjalan kuartal III 2018 lalu membengkak menjadi US$8,8 miliar atau 3,3 persen terhadap PDB dari kuartal sebelumnya sebesar US$8 miliar atau setara 3,02 persen terhadap PDB.

Pada kuartal IV 2018, BI meramalkan defisit transaksi berjalan masih mencapai lebih dari 3 persen. Ini lantaran neraca perdagangan per November 2018 defisit sebesar US$2,05 miliar.

"(Faktor lainnya) adalah mekanisme pasar yang semakin berkembang tidak hanya spot, swap, maupun DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward)," ucap Perry.


Sepanjang 2018, rupiah terdepresiasi sebesar 5,9 persen. Angka itu diklaim lebih rendah dari pelemahan mata uang yang juga dialami India, Brazil, Afrika Selatan, Turki, dan Argentina.

"Keseluruhan depresiasi rupiah pada 2018 relatif terkendali dengan volatilitas yang terjaga kurang lebih 8 persen volatilitas nya," jelas Perry.

Mengutip RTI Infokom, pada sore ini atau 15.11 WIB rupiah bergerak stagnan atau hanya menguat tipis 0,1 persen atau 15 poin di level Rp14.455 per dolar AS. Bila diakumulasi secara tahunan, rupiah terkoreksi 7,25 persen.

(aud/lav)