Menurut Amran, penurunan harga cabai beberapa waktu belakangan dipicu oleh produksi yang melimpah. Bahkan produksi satu daerah sempat naik hingga tiga kali lipat. "Petani sudah kami bantu menaikkan harga. Ada satu daerah kenaikan produksinya tinggi sekali, sehingga harga di daerah itu turun drastis," terang dia dalam Rakernas di Jakarta, Senin (14/1).
Pun demikian, Amran tak menyebut pasti daerah mana yang dimaksud. Yang jelas, lanjut dia, pemerintah sudah turun tangan dengan memberikan bantuan alat, yang berdampak pada harga di tingkat petani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Suwandi menjelaskan alat yang diberikan oleh pemerintah berupa pengering cabai. Dengan alat itu, cabai hasil produksi diolah kembali. "Alat pengering pengolah cabai itu mempengaruhi harga," katanya.
Selain itu, pemerintah juga sudah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan pelaku industri, misalnya PT Indofood CBP Sukses Makmur, untuk mengolah kembali cabai menjadi sambal. Dengan kerja sama tersebut, permintaan industri otomatis naik dan mengerek harga cabai.
Sementara itu, dilansir Antara, produksi cabai di Kulon Progo, Yogyakarta, meningkat tajam. Bahkan, mencapai 25.362 ton atau sekitar 225,82 persen dari target produksi yang 11.231 ton. (aud/bir)