"Sampai dengan 31 Desember 2018 penyaluran KUR sudah mencapai Rp120 triliun dengan Nonperforming Loan (NPL) sebesar 0,24 persen," ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir dalam keterangan tertulis, Senin (14/1).
Tak cuma nilainya, porsi penyaluran KUR untuk sektor produksi juga meleset dari target. Ia menyebut porsi penyaluran KUR untuk sektor produksi baru sebanyak 46,8 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sektor produksi yang dimaksud meliputi pertanian, perikanan, industri, konstruksi, dan jasa-jasa sebesar 46,8 persen. Realisasi tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar 42,3 persen. Namun, masih rendah dibandingkan target pemerintah tahun ini.
"Target penyaluran KUR sektor produksi tahun lalu sebesar 50 persen," imbuh Iskandar.
Sementara jika dirincikan berdasarkan bank penyalur, maka PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menjadi penyalur KUR terbesar, yakni mencapai Rp80,18 triliun. Diikuti oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar Rp17,58 triliun, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp15,99 triliun.
Untuk tahun ini, usulan total plafon KUR mencapai Rp140 triliun. Itu berarti, jumlah plafon KUR tahun ini meningkat 16,3 persen dibandingkan plafon tahun lalu yang sebesar Rp123,8 triliun.
"Dengan suku bunga tetap sebesar 7 persen efektif per tahun," tandas Iskandar. (ulf/bir)