SMF Incar Pendanaan Rp9 Triliun dari Pasar Modal Tahun Ini

CNN Indonesia | Senin, 21/01/2019 20:26 WIB
SMF Incar Pendanaan Rp9 Triliun dari Pasar Modal Tahun Ini Jajaran direksi SMF. (CNN Indonesia/Safyra Primadhyta)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menargetkan dapat mengantongi pendanaan lewat pasar modal mencapai Rp9 triliun tahun ini. Jumlah tersebut meningkat 40,62 persen dibanding tahun lalu yang mencapai Rp6,4 triliun.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo menjelaskan tumbuhnya kebutuhan pendanaan tersebut didorong naiknya target pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi Rp10 triliun tahun ini. Tahun lalu, realisasi pembiayaan KPR mencapai Rp9,8 triliun atau sesuai target perusahaan.

Ananta mamperkirakan persaingan untuk memperoleh pendanaan dari pasar modal bakal sengit pada tahun ini. Namun, pihaknya optimis target dapat tercapai dengan sejumlah strategi yang telah disiapkan perusahaan.



"Kami tetap harus mengambil dana dalam rupiah, kami tidak bisa mengambil pendanaan dalam bentu dolar AS karena akan ada risiko foreign exchange (nilai tukar) di situ. Kami juga tetap andalkan (predikat utang) triple A, dan untuk EBA ritel kami coba diversifikasi kepemilikan tidak hanya ke institusi tapi juga ke individu," kata Ananta di Jakarta, Senin (21/1). 

Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF Heliantopo menambahkan pendanaan dari pasar modal akan mencakup penerbitan surat utang (obligasi), surat utang jangka menegah atau Medium Term Note (MTN), sukuk, dan sebagainya. Tahun lalu, perseroan berhasil menerbitkan sekuritisasi aset sebesar Rp2 triliun atau sejalan dengan target.

Sementara tahun ini, SMF menargetkan bisa meraih sekuritisasi aset sebesar Rp2,2 triliun.


Untuk portofolio obligasi, SMF berhasil menerbitkan obligasi sebesar Rp5,5 triliun tahun lalu dari target sebesar Rp6 triliun. Namun,Heliantopo tidak merinci target penerbitan obligasi tahun ini. Ia hanya memastikan SMF saat ini tengah memproses penerbitan obligasi pertama di tahun ini.

"Closing (penutupan) tanggal 12 Februari 2019. Jadi kami dapat dananya tanggal 12 Februari," katanya.

Heliantopo menyatakan SMF memiliki beberapa pinjaman yang jatuh tempo tahun ini. Oleh karena itu, selain memenuhi kebutuhan pembiayaan, peningkatan target pendanaan juga ditujukan untuk menyeimbangkan kas perseroan.

"Jadi seperti neraca, ketika ada yang jatuh tempo harus ada yang menggantikan dengan penerbitan surat utang," pungkasnya. (ulf/agi)