BI Belum Proses Izin Fintech Baru Bentukan Enam BUMN

CNN Indonesia | Kamis, 10/01/2019 09:55 WIB
BI Belum Proses Izin Fintech Baru Bentukan Enam BUMN Logo Bank Indonesia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) mengaku belum menerima permohonan izin terkait rencana pembentukan perusahaan teknologi berbasis keuangan (financial technology/fintech) di bidang sistem pembayaran oleh sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

BUMN yang terlibat, antara lain empat bank BUMN (Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN), serta Pertamina dan Telkom.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Onny Widjanarko mengaku sudah mendengar rencana pembentukan fintech tersebut. Namun, belum ada permohonan resmi terkait perizinan operasional fintech dimaksud dari perusahaan-perusahaan pelat merah.


"Itu rencana, kami diberi kabar, tapi belum detail sih. Belum (ada proses perizinan)," ujar Onny di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rabu (9/1).


Onny memberi sinyal bahwa bank sentral nasional kemungkinan tak akan memberikan izin baru kepada BUMN. Ia tak menjelaskan lebih rinci terkait hal itu, tetapi menekankan proses perizinan akan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.

"Sepertinya izin dari yang ada, tapi rencananya masih kami lihat lagi," imbuhnya.

Sementara Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengaku belum mendengar kabar pembentukan fintech oleh enam BUMN. "Belum ada laporan," ucapnya.

Namun, Rudiantara mengatakan kementeriannya menyambut baik rencana itu bila benar akan direalisasikan. "Pokoknya Kominfo tidak membedakan yang besar, yang kecil, justru harus kami fasilitasi semua," tekannya.


Lebih lanjut, ketika sebuah perusahaan fintech bakal terbentuk, maka diperlukan pengurusan izin berupa akta pendirian perusahaan, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan lainnya.

"Artinya perlakukannya sama, tidak perlu izin, cukup melapor," katanya.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan pihaknya bersama dengan tiga bank BUMN lainnya serta Telkom dan Pertamina telah sepakat untuk membentuk fintech. Nantinya, perusahaan akan fokus pada bidang sistem pembayaran, terutama yang berbasis QR Code.

"Itu (pembentukan fintech baru) sudah kamu sepakati dan matangkan. Semoga di kuartal I 2019 ini kami akan launching," ungkapnya.


Sebagai informasi, saat ini beberapa BUMN yang tergabung dalam rencana tersebut sudah memiliki layanan pembayaran berbasis QR Code. Telkom misalnya, melalui anak usahanya Telkomsel memiliki uang elektronik TCash yang kini sudah menggunakan QR Code. Selain itu. BNI juga memiliki produk bernama Yap yang juga menggunakan teknologi QR Code.

Kendati demikian, bisa dibilang produk-produk BUMN tersebut kini selangkah dibelakang dari Go Pay dan Ovo yang sudah lebih awal mengembangkan penggunaan teknologi sistem pembayaran anyar tersebut. (ulf/lav)