Hal itu disampaikan Sri Mulyani usai bertemu Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla di kantor wakil presiden Jakarta, Kamis (24/1).
"Ya tadi wapres menanyakan kondisi ekonomi terkini, terutama dari sudut kami di Kemenkeu (Kementerian Keuangan) tentang evaluasi penerimaan pajak tahun 2018," ujar Sri Mulyani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil evaluasi itu, Sri Mulyani mengklaim bahwa kondisi ekonomi Indonesia cukup kuat. "Penerimaan pajak dari sektoral terutama manufaktur, konstruksi, pertambangan itu meningkat cukup tinggi. Kami juga lihat komposisi dari penerimaan pajak pribadi, pajak badan," jelasnya.
Selain penerimaan pajak, Sri Mulyani juga menyinggung anggaran program penanggulangan bencana. Ia mengatakan bahwa kebutuhan anggaran untuk rekonstruksi bencana Palu dan Lombok telah disiapkan.
Sebelumnya, Kementerian Keuangan memastikan pemerintah bakal menyediakan anggaran mitigasi dan penanggulangan bencana alam sebesar Rp15 triliun dalam APBN 2019. Nilai tersebut meningkat dari realisasi sementara dana bencana 2018 yang sebesar Rp7 triliun. (pris/lav)