Usai kepergian Eka Tjipta, harga saham dari sebelas perusahaan Sinar Mas Group yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak variatif pada perdagangan Senin (28/1) hari ini.
Kesebelas perusahaan tersebut menjalankan bisnis di berbagai sektor, meliputi sektor pulp dan kertas, agribisnis dan pangan, properti dan real estate, keuangan, energi, teknologi komunikasi, dan perdagangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga saham PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR), dari lini agribisnis dan pangan, tak bergerak dari posisi Rp4.130 pada pembukaan perdagangan hari ini.
Pada sektor keuangan, harga saham PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) dan PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) sama-sama tak bergerak yakni di level Rp545 dan Rp8.400.
Sinar Mas Group juga mengembangkan sayap bisnisnya ke sektor komunikasi dan teknologi lewat PT Smartfren Telecom Tbk. Pada pembukaan pagi ini, saham dengan kode FREN itu dibuka naik 1 poin (0,86 persen) menjadi Rp117 dari sebelumnya Rp116.
Selain itu, saham PT Delta Dunia Makmur Tbk yang bergerak di sektor energi juga terpantau menguat. Saham dengan kode DOID itu dibuka naik menjadi Rp640 dari penutupan sebelumnya Rp635 naik 5 poin (0,79 persen). Untuk sektor perdagangan, saham PT Dian Swastika Sentosa Tbk dengan kode saham DSSA tidak bergerak pada posisi Rp15.000 per saham.
Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan kepergian Eka Tjipta tidak mempengaruhi pergerakan saham Sinar Mas Group. Sebab, Eka Tjipta telah mewariskan pengelolaan seluruh perusahaan kepada keturunannya.
"Pak Eka Tjipa sudah tidak mengurus secara langsung perusahaan-perusahaan. Manajemen perusahaan semua yang mengontrol adalah anak-anak Pak Eka Tjipta," kata Dennies kepada CNNIndonesia.com.
Menurut Dennies, dari seluruh saham-saham milik Sinar Mas Group, saham SMAR, INKP,TKIM, dan BSDE merupakan saham-saham dengan kinerja yang paling moncer.
"Sektor agribisnis dan kertas memiliki kinerja yang paling baik," ujarnya.
Senada, Analis Semesta Indovest Sekuritas Aditya Perdana Putra menyatakan kepergian Eka Tjipta tidak akan mempengaruhi bisnis Sinar Mas Group. Sebab, Eka Tjipta telah meneruskan pengelolaan perusahaan tersebut kepada anak-anaknya serta para profesional di tiap lini bisnis. Tidak hanya itu, mendiang juga telah menanamkan budaya perusahaan kepada penerusnya.
"Transisi dan transformasi nilai-nilai budaya yang dilakukan oleh almarhum Eka Tjipta sudah bisa terlihat pada budaya masing-masing perusahaan," ujarnya.
Melalui gurita bisnisnya itu, Eka Tjipta dinobatkan menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia. Majalah Forbes memperkirakan total kekayaan Eka Tjipta Widjaja tembus US$8,6 miliar setara Rp122, 01 triliun (kurs Rp14.188 per dolar AS), pada 2018. (ulf/lav)