Realisasi Investasi Tahun Lalu Cuma Tumbuh 4,1 Persen

CNN Indonesia | Rabu, 30/01/2019 11:47 WIB
Realisasi Investasi Tahun Lalu Cuma Tumbuh 4,1 Persen BKPM menyatakan realisasi investasi sepanjang 2018 hanya tumbuh 4,1 persen, mencapai Rp721,3 triliun. Jauh dibanding realisasi tahun lalu, 13,1 persen. (CNN Indonesia/ Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Koordinasi penanaman Modal (BKPM) menyatakan realisasi investasi mencapai Rp721,3 triliun sepanjang tahun lalu. Artinya, jumlah investasi sepanjang 2018 hanya tumbuh 4,1 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang mencapai Rp692,8 triliun.

Hanya saja, Plt Deputi Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Farah Ratnadewi Indriani mengatakan pertumbuhan ini melambat dibanding capaian 2017 lalu yang sebesar 13,1 persen. Selain itu, jumlah ini pun meleset dari target yang ditetapkan sebelumnya, yakni Rp765 triliun.

"Memang investasi bertumbuh, tapi melambat. Investasi ini pun tidak memasukkan hulu migas, perbankan, lembaga keuangan non-bank, sewa guna usaha, dan industri rumah tangga," jelasnya di Gedung BKPM, Rabu (30/1).


Jika dilihat secara rinci, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat Rp324,8 triliun atau tumbuh 25,3 persen dibanding tahun sebelumnya Rp262,3 triliun. Hanya saja, Penanaman Modal Asing (PMA) malah anjlok 8,8 persen dari Rp430,5 triliun ke Rp392,7 triliun.


Menanggapi hal ini, Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan faktor utama yang mempengaruhi realisasi PMA di tahun lalu adalah perang dagang antara China dan Amerika Serikat yang dimulai sejak April tahun lalu.

Menurut dia, eskalasi perang dagang ini membuat seluruh realisasi investasi riil global melemah. Ia mengutip data United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) yang menyebut bahwa investasi secara global turun 20 persen.

"Tapi menjelang kuartal IV ini eskalasi perang dagang mulai reda, dan kepercayaan mulai pulih," imbuhnya.

Selain masalah perang dagang, kondisi jelang pemilihan presiden juga mempengaruhi sentimen investor asing terhadap Indonesia. Namun, secara tren, realisasi investasi setahun sebelum pemilu memang melambat tapi akan cepat terangkat saat pemilu selesai.

"Kepercayaan investor biasanya mulai terangkat setelah masa pemilu. Masih ada waktu tujuh bulan setelah nyoblos untuk meningkatkan PMA," tandas dia.

(glh/agt)