IHSG Diproyeksi Turun Semakin Terjal

CNN Indonesia | Rabu, 13/02/2019 07:46 WIB
IHSG Diproyeksi Turun Semakin Terjal Ilustrasi IHSG. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay).
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramalkan belum mampu bergeser ke zona hijau. Dari kaca mata teknikal, sejumlah analis menilai penurunan indeks saham semakin terjal pada pertengahan pekan, Rabu (13/2).

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menyebut IHSG berada dalam tren pelemahan untuk jangka pendek. Bahkan, terbuka peluang pasar saham jatuh hingga ke area 6.300 pada pergerakan hari ini.

"IHSG masih akan tertekan dengan rentang pergerakan 6.355-6.473," ujarnya dalam risetnya.


Namun, ia tetap memiliki sejumlah saham pilihan yang bisa ditransaksikan untuk trading, di antaranya PT Gudang Garam Tbk, PT Astra International Tbk, PT Vale Indonesia Tbk, PT Delta Dunia Makmur Tbk, dan PT Tunas Baru Lampung Tbk.

Hal yang sama diungkapkan Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan. Menurutnya, IHSG masih akan menetap di teritori negatif dalam jangka menengah. Artinya, dalam hitungan beberapa hari ke depan atau bahkan mingguan IHSG masih negatif.

"IHSG diprediksi melemah. Pergerakan masih akan dipengaruhi sentimen global terutama kesepakatan antara China dan Amerika Serikat (AS)," kata Dennies melalui risetnya.

Dengan kata lain, pelaku pasar memang masih menunggu keputusan perundingan terkait perang dagang antara China dengan AS. Seperti diketahui, kedua negara sepakat untuk berunding lagi dan menangguhkan pengenaan tarif perdagangan tambahan.


"IHSG diprediksi melemah, rentang pergerakan hari ini di level support 6.322-6.374 dan resistance 6.495-6.564," papar Dennies.

Sebagai informasi, IHSG kemarin jatuh hingga ke level 6.426 dengan pelemahan 1,05 persen. Lagi-lagi, pelaku pasar asing mencatatkan jual bersih (net sell) di pasar reguler sebesar Rp605,55 miliar.

Di sisi lain, pergerakan bursa saham Wall Street justru melonjak tadi malam. Terpantau, Dow Jones melesat 1,49 persen, S&P500 1,29 persen, dan Nasdaq Composite 1,46 persen.


(aud/bir)