Kubu Prabowo Janji Genjot Investasi Energi Terbarukan

CNN Indonesia | Kamis, 14/02/2019 00:30 WIB
Kubu Prabowo Janji Genjot Investasi Energi Terbarukan Ilustrasi (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berjanji akan menggenjot investasi di bidang energi terbarukan.

Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said, mengatakan pihaknya akan memuliakan 10 juta dari 80 juta hektare lahan terlantar dalam bentuk tanaman pangan dan energi untuk menggenjot investasi di bidang energi terbarukan.

"Itu komitmen Prabowo-Sandi, disebut strategi dorongan besar," kata Sudirman saat menerima masyarakat terdampak pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara dan gerakan #BersihkanIndonesia di Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Rabu (13/2).


Dia menerangkan, Prabowo-Sandi berkomitmen untuk memenuhi amanat Undang-undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi yakni melaksanakan pembangunan industri energi bersih dan terbarukan.

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM ) di era Joko Widodo ini mengatakan pihaknya juga akan mendorong investasi besar-besaran untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan mengoptimalkan konversi minyak kelapa sawit (CPO) menjadi biodiesel.

Prabowo-Sandi, lanjutnya, akan mendorong dorong sejumlah wilayah Indonesia untuk membuka solar farm (ladang panel surya) yang saat ini belum dimungkinkan karena Perusahaan Listrik Negara (PLN) tidak mau membeli dengan harga yang memadai.

"Kami akan dorong CPO sebanyak mungkin dikonversi menjadi biodiesel, ini sekaligus menjadi solusi ketergantungan pada fosil dan impor BBM," kata Sudirman.

Lebih jauh, Sudirman memastikan visi dan misi Prabowo-Sandi untuk mewujdukan kedaulatan energi di Indonesia akan disampaikan dalam debat capres 2019 putaran kedua yang akan berlangsung 17 Februari mendatang.

Dia pun mengajak seluruh masyarakat bergandengan tangan untuk mendukung visi dan misi tersebut.

"Mari bersihkan Indonesia. Kalau energinya bersih, pemerintahnya pasti bersih. Karena biasanya keduanya saling terkait," ucapnya. (mts/eks)