Pagi hari ini, mata uang utama Asia memang menunjukkan pelemahan terhadap dolar AS. Won Korea Selatan melemah 0,31 persen, sementara peso Filipina melemah 0,25 persen. Di sisi lain, rupee India dan baht Thailand masing-masing melemah 0,09 persen dan 0,05 persen.
Di sisi lain, ringgit Malaysia dan dolar Hong Kong malah menguat 0,01 persen terhadap dolar AS yang diikuti oleh dolar Singapura yang menguat 0,04 persen dan yen Jepang yang menguat 0,05 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan pergerakan rupiah dan mata uang lainnya hari ini dipengaruhi oleh rilis data inflasi AS tadi malam. Memang, secara total, inflasi AS menyentuh titik terendah sejak Juni 2017 yakni di angka 1,7 persen secara tahunan.
Meski demikian, pengaruh inflasi AS ke pergerakan rupiah hari ini diprediksi tidak terlalu dalam. Sentimen itu tertahan angin segar dari negosiasi perang dagang antara AS dan China, di mana Presiden Donald Trump memberi sinyal untuk memperpanjang negosiasi perang dagang dari tenggat semula 1 Maret.
"Jadi untuk hari ini, Posisi Rp14.180 bakal jadi resisten kuat. Sisi bawahnya Rp13.885, level yang paling rendah untuk rupiah," tuturnya.