Bor Sumur Gas Baru di WK Sakakemang, Repsol Cari Pembeli

CNN Indonesia | Selasa, 26/02/2019 11:48 WIB
Bor Sumur Gas Baru di WK Sakakemang, Repsol Cari Pembeli Pengeboran Sumur Gas Kaliberau Dalam. (CNN Indonesia/Hafidz Trijatnika).
Palembang, CNN Indonesia -- Repsol, perusahaan minyak dan gas asal Spanyol tengah memulai pengeboran sumur gas baru ketiga bernama Kaliberau Dalam (KBD) 3X di Wilayah Kerja (WK) Sakakemang, Bayung Lencir, Sumatera Selatan.

Sebagai kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) WK Sakakemang, Repsol memperkirakan pengeboran sumur gas baru akan menambah cadangan gas lebih dari 2 triliun kubik kaki yang ditemukan di sumur KBD 2X. Sebelum memulai eksploitasi dan produksi gas, Repsol harus mendapatkan pembelinya terlebih dahulu.

Senior Manager Public Relation SKK Migas Perwakilan Sumsel Andi Arie Pangeran mengatakan Repsol saat ini masih melakukan eksplorasi terhadap lahan seluas 4,7 hektar yang ada di WK Sakakemang.


Sebanyak 2 triliun kubik cadangan gas yang diungkap beberapa waktu lalu itu berasal dari sumur KBD 2X yang digali di kedalaman 2.430 meter measure depth. Sementara penggalian sumur KBD 3X baru dimulai beberapa waktu lalu.


"Dengan digalinya sumur KBD 3X ini, tentu potensinya akan lebih dari 2 triliun kubik kaki (Tfc) yang ditemukan kemarin. Setelah eksplorasi ini nantinya Repsol memulai tahap persiapan eksploitasi dengan mempersiapkan peralatan produksi di lapangan sumur gas yang bisa memakan waktu 3-8 tahun," ujar Andi, Senin (25/2)

Sebelum memulai eksploitasi dan produksi gas, Repsol harus mendapatkan pembelinya terlebih dahulu. Berbeda dengan minyak bumi, gas yang sudah dieksploitasi tidak bisa ditampung terlebih dahulu ke dalam kilang sehingga harus dialirkan langsung menuju pipa atau medium lain dan dikirim ke pembelinya langsung.

Andi mengatakan besaran investasi yang ditanamkan Repsol di Sakakemang belum bisa ditentukan sampai menentukan besaran fasilitas produksi yang ada di lapangan. Sementara fasilitas produksi disesuaikan dengan pesanan yang dilakukan oleh para pembeli.

"Misal nanti gas dari sini disalurkan ke PLN untuk PLTG disalurkan langsung. Atau mungkin untuk produksi pupuk, masyarakat, dan lainnya, itu baru sedikit alokasi saja dari cadangan yang ada. Makanya supaya lebih ekonomis, pembelinya sudah harus ada, mau itu industri dalam atau luar negeri juga tidak masalah," ujar dia.


Sementara itu, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex berharap perekonomian masyarakat bisa meningkat dengan adanya aktivitas eksploitasi gas baru di wilayah tersebut.

"Saya pun akan meminta agar sumber gas di Sakakemang bisa dimanfaatkan untuk ketahanan energi dan penunjang infrastruktur. Seperti untuk PLTG Bayung Lencir dan meningkatkan keterjangkauan listrik ke daerah terpencil. Dan yang terpenting saya akan meminta ke jajaran Repsol untuk menyerap tenaga kerja lokal untuk mengisi lapangan kerja nonskill," ujar dia.

Dodi tidak menutup kemungkinan jika blok gas tersebut sudah beroperasi akan membantu pembangunan infrastruktur di Muba. Sebab, setelah kontrak antara pemerintah dan repsol dilakukan, maka akan ada hitungan bagi hasil ke Pemkab Muba.

(idz/lav)