Pertumbuhan Ekonomi AS Meleset dari Target jadi 2,6 Persen

CNN Indonesia | Jumat, 01/03/2019 12:03 WIB
Pertumbuhan Ekonomi AS Meleset dari Target jadi 2,6 Persen Pertumbuhan ekonomi AS hingga kuartal keempat tahun lalu tercatat 2,6 persen. Jauh dibandingkan target Presiden Donald Trump sebesar 3 persen. (Reuters/Joshua Roberts).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) hingga kuartal keempat tahun lalu tercatat 2,6 persen. Realisasi ini jauh lebih lambat dibandingkan kuartal sebelumnya, yakni 3,4 persen.

Perlambatan pertumbuhan ekonomi AS ini semakin jauh dari target Presiden Donald Trump yang mengincar kenaikan 3 persen, meskipun ia telah melancarkan program pemotongan pajak demi mendorong perekonomian.

Mengutip Reuters, Jumat (1/3), Trump selalu menggembar-gemborkan ekonomi sebagai salah satu pencapaian terbesar dalam masa jabatanya. Ia bahkan berjanji akan mengerek pertumbuhan ekonomi negara terbesar di dunia tersebut sebanyak 4 persen.


Namun, alih-alih meningkat, pertumbuhan ekonomi AS kuartal keempat malah berakhir lesu di posisi 2,6 persen saja. Pun begitu, pertumbuhan sepanjang tahun lalu ialah yang terkuat sejak 2015 lalu dan tetap masih lebih baik dibandingkan 2017 lalu, yaitu sebesar 2,2 persen.

Sebelumnya, ekonom yang disurvei Reuters memproyeksikan PDB AS naik 2,3 persen pada kuartal keempat atau lebih rendah dari realisasinya. Peningkatan ditopang oleh belanja konsumen dan bisnis yang solid, meskipun terjadi volatilitas pasar keuangan, serta perang dagang dengan China.

Data ekonomi pada Desember 2018 menyebut penjualan ritel, ekspor, dan pembangunan kembali rumah, serta pengeluaran bisnis di AS melemah tajam. Tak cuma itu, sebagian besar manufaktur pun melunak pada Januari dan Februari, termasuk berkurangnya permintaan kendaraan bermotor.


"Kuartal pertama tidak akan sebaik ini. Ketika stimulus memudar dan dampak dari pengetatan moneter masa lalu terus berlanjut, kami memperkirakan pertumbuhan PDB melambat menjadi 2,2 persen tahun ini," ujar Paul Ashworth, Kepala Ekonom di Capital Economics di Toronto.


(Reuters/bir)