JK Dorong Australia Investasi di Bidang Kesehatan di RI

CNN Indonesia | Senin, 04/03/2019 16:16 WIB
JK Dorong Australia Investasi di Bidang Kesehatan di RI Wakil Presiden Jusuf Kalla mendorong Australia untuk berinvestasi di bidang kesehatan di Indonesia. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mendorong Australia untuk berinvestasi di bidang layanan kesehatan. Dorongan ia berikan usai ditandatanganinya kesepakatan perdagangan bebas Indonesia-Australia (IA-CEPA) pada Senin (4/3).

JK menilai penandatanganan kerja sama tersebut merupakan tonggak baru bagi ndonesia-Australia.
"Dengan kesepakatan ini, saya meminta investor Australia untuk berinvestasi dan bekerja sama dengan partner dan pemerintah Indonesia untuk membangun fasilitas dan layanan kesehatan," kata JK di Hotel JS Luwansa, Senin (4/3).

JK mengatakan investasi di bidang kesehatan di Indonesia bisa memberikan keuntungan besar. Maklum, saat ini Indonesia telah memiliki sistem asuransi yang melayani seluruh penduduk berbentuk Program Indonesia Sehat.


Meskipun demikian, Indonesia masih membutuhkan pengembangan layanan kesehatan untuk memenuhi tolak ukur layanan kesehatan yang baik.
Selain di bidang kesehatan, JK juga mendorong investor Australia untuk menanamkan modalnya di bidang pendidikan tinggi dan pelatihan kejuruan.


JK menyatakan Indonesia ingin bermitra dengan Australia di bidang pendidikan karena pemerintah mempunyai agenda besar dalam beberapa waktu ke depan; peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Ini bertujuan untuk membuat kami lebih kompetitif dan siap menghadapi abad berikutnya. Jadi saya ingin melihat investasi di universitas dan pelatihan serta pendidikan kejuruan di Indonesia," imbuhnya.

JK menilai bahwa perjanjian IA-CEPA berbeda dengan kerja sama bilateral lainnya. Sebab, IA-CEPA dibangun berdasarkan tujuan strategis yang jelas yaitu untuk tumbuh bersama sebagai negara tetangga.

Kerja sama ini tidak hanya mencakup bidang ekonomi, namun lebih komprehensif bidang keamanan, lingkungan, ekonomi, pendidikan, isu-isu transnasional, dan Sumber Daya Manusia (SDM)

"Perjanjian ini tidak dan seharusnya tidak hanya tentang perdagangan barang, tetapi harus melampaui itu (perdagangan barang). Kedua negara akan membangun kemitraan yang menggabungkan layanan dan investasi di bidang-bidang yang menarik bagi Indonesia, misalnya layanan kesehatan dan pendidikan dan pelatihan," tuturnya.


(ulf/agt)