Laba Bersih Antam Meroket 541 Persen

Inalum, CNN Indonesia | Rabu, 13/03/2019 19:26 WIB
Laba Bersih Antam Meroket 541 Persen Ilustrasi emas. (Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Aneka Tambang Tbk (Persero) mencatat pertumbuhan laba bersih 541 persen pada akhir 2018 yakni mencapai Rp874,42 miliar dibandingkan dengan 2017 yakni Rp136,50 miliar.

Pertumbuhan laba itu ditopang produksi dan penjualan komoditas utama perseroan. Dalam rilis resminya, penjualan bersih PT Antam mencapai Rp25,24 triliun pada 2018 atau naik hampir 100 persen dibandingkan 2017 yakni 12,65 triliun.

Salah satunya adalah komoditas emas. BUMN itu mencatat volume penjualan emas mencapai 27.894 kg (896.812 t.oz) atau naik 111 persen dibandingkan 2017 yakni sebesar 13.202 kg (424.454 t.oz).


"Pendapatan Antam dari penjualan emas pada 2018 tercatat sebesar Rp16,69 triliun, naik 126 persen dibandingkan penjualan bersih emas 2017  sebesar Rp7,37 triliun," demikian Antam.


Untuk komoditas bijih nikel, PT Antam mencatat volume produksi pada 2018 sebesar 9,31 juta wet metric ton (wmt), atau naik 67 persen dibandingkan 2017 sebesar 5,57 juta wmt. BUMN itu memproduksi bijih nikel untuk kebutuhan bahan baku pabrik feronikel perusahaan, serta untuk memenuhi permintaan pasar domestik maupun ekspor.

PT Antam mencatatkan pendapatan penjualan dari bijih nikel pada 2018 sebesar Rp2,93 triliun atau tumbuh sebesar 114 persen dibandingkan 2017 sebesar Rp1,36 triliun.

Pada 2018, komoditas bauksit turut memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan kinerja operasional PT Antam. Capaian produksi bijih bauksit pada akhir tahun lalu mencapai 1,10 juta wmt, naik 70 persen dibandingkan 2017 yakni 648 ribu wmt.

"Sepanjang 2018, volume penjualan bijih bauksit mencapai 920 ribu wmt, naik 10 persen dibandingkan capaian penjualan bijih bauksit pada 2017," demikian perusahaan.

Proyek Kunci

Di sisi lain, PT Antam juga memiliki sejumlah proyek kunci yakni pembangunan pabrik feronikel Haltim di Halmahera Timur.

Pabrik Haltim Line 1 sendiri akan memproduksi 13.500 Tni sehingga diprediksi meningkatkan kapasitas total terpasang feronikel Antam 50 persen dari 27.000 menjadi 40.500 per tahun.


Sejalan dengan strategi untuk meningkatkan nilai tambah bijih nikel kadar rendah, perusahaan juga menandatangani Head of Agreement (HoA) Proyek Pengembangan Pabrik Nickel Pig Iron (NPI) Blast Furnace Halmahera Timur dengan Ocean Energy Nickel International Pte. Ltd (OENI).

Sementara untuk bauksit, PT Antam juga memfokuskan pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) bekerjasama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium yang memiliki kapasitas pengolahan sebesar 1 juta ton SGA per tahun (Tahap 1). (asa)