Trump Tak Akan Buru-buru Selesaikan Perundingan Dagang

CNN Indonesia | Jumat, 15/03/2019 03:00 WIB
Trump Tak Akan Buru-buru Selesaikan Perundingan Dagang Presiden AS Donald Trump dan Priden China Xi Jinping saat bertemu beberapa waktu lalu. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika (AS) Serikat Donald Trump Rabu (13/3) kemarin menyatakan tak akan terburu-buru menyelesaikan perundingan damai perang dagang dengan China. 

Ia bersikeras kesepakatan apa pun yang dicapai, masalah perlindungan kekayaan intelektual yang selama ini menjadi pemicu utama kemelut perdagangan negaranya dengan China selama berbulan-bulan negosiasi, harus dibahas.

Sebagai informasi, China dan AS saat ini memang terus melanjutkan negosiasi damai perang dagang. Sebenarnya, perundingan ditargetkan selesai 1 Maret lalu.


Tapi kemudian, batas waktu perundingan tersebut diperpanjang hingga saat ini. Walau diperpanjang, rintangan yang menghambat perundingan damai perang dagang masih saja muncul.


Salah satunya soal kekayaan intelektual. Washington menuduh Beijing memaksa perusahaan asal AS untuk berbagi kekayaan intelektual mereka dan mentransfer teknologi mereka ke mitra lokal untuk berbisnis di China. 

Tuduhan tersebut dibantah Beijing. Mereka membantah terlibat dalam praktik semacam itu.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Trump akan mengadakan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping. Trump mengatakan ada peluang kesepakatan damai akan akan dibuat dalam pertemuan tersebut.

Peluang muncul karena China menginginkan kesepakatan segera dicapai karena Negeri Tirai Bambu telah mengalami kerugian besar akibat perang dagang yang ia kobarkan. Namun dia mengakui, Xi mungkin waspada untuk datang ke pertemuan puncak tanpa kesepakatan.

[Gambas:Video CNN]

Kewaspadaan dibuat setelah Xi melihatnya mengakhiri pertemuan puncak dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Vietnam beberapa waktu tanpa kesepakatan berarti. "Saya pikir Presiden Xi melihat bahwa saya seseorang yang percaya dalam berjalan ketika kesepakatan tidak dilakukan, dan Anda tahu selalu ada peluang itu bisa terjadi dan dia mungkin tidak menginginkan itu," kata Trump.

China belum membuat komentar publik yang mengkonfirmasikan Xi akan bertemu Trump dalam waktu dekat ini. Tapi Kementerian Luar Negeri China pada Selasa (12/3) lalu mengatakan bahwa Xi sebelumnya mengatakan kepada Trump bahwa ia bersedia "menjaga kontak" dengan Trump.

Tapi, selama akhir pekan kemarin Wakil Menteri Perdagangan Wang Shouwen, yang telah sangat terlibat dalam pembicaraan perdagangan dengan Amerika Serikat, tidak menjawab pertanyaan dari wartawan tentang apakah Xi akan bertemu Trump atau tidak. Sementara itu, dua sumber diplomatik yang berbasis di Beijing, yang mengetahui situasi tersebut, mengatakan kepada Xi tidak bertemu dengan Trump dalam waktu dekat. 


(Reuters/agt)