"Ke depan, perlu dipertimbangkan, sebaiknya kita memang mensubsidi bahan bakar yang beroktan tinggi saja. Misalnya, pada APBN 2020 mendatang, misalnya, subsidi ke Pertamax saja," ujar Jonan saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Selasa (19/3).
Jonan mengungkapkan, tahun ini, negara memberikan subsidi energi terhadap bahan bakar Solar dan LPG 3 kilogram (kg). Selain itu, meski tidak mendapatkan subsidi, pemerintah juga menahan harga jual Premium yang masih di bawah keekonomiannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Harga BBM Turun |
"Jadi, yang gunakan (subsidi) besar itu bahan bakar ramah lingkungan. Tetapi (subsidi) ini dibahas untuk periode tahun selanjutnya APBN 2020," ujarnya.
Di tempat yang sama, Anggota Komisi VII DPR Kardaya Warnika mendukung usulan Jonan. Pasalnya, subsidi Pertamax akan sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan konsumsi energi yang lebih ramah lingkungan.
"Kalau memang niatnya mau mendorong konsumsi masyarakat ke bahan bakar berkualitas, ya, yang disubsidi Pertamax saja," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (sfr/agt)