Ia mengatakan anggaran tersebut digelontorkan untuk melaksanakan tujuh program padat karya tunai. Pertama dan kedua, sebesar Rp2,02 triliun akan digunakan untuk pembangunan jembatan gantung program peningkatan tata guna air irigasi. Program padat karya ini akan dilaksanakan di 9.000 desa.
Ketiga, sebesar Rp4,29 triliun untuk bantuan stimulan rumah swadaya atau program bedah rumah. Keempat, Rp540 miliar untuk penyusunan pedoman pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah. Kelima, sebesar Rp280 miliar untuk penataan kota tanpa kumuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wilayah tersebut, rencananya akan mendapatkan anggaran program padat karya tunai sebesar Rp288,7 miliar. Basuki berharap gelontoran anggaran untuk program padat karya tunai tersebut nantinya bisa bermanfaat besar.
Sebagai informasi pemerintah sejak 2018 lalu memang melaksanakan program padat karya tunai. Program tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk mendorong penciptaan lapangan kerja di desa-desa dan daerah.
Program juga dilaksanakan agar peredaran uang di daerah sehingga pertumbuhan ekonomi kian merata.
[Gambas:Video CNN] (agt)